Sukses

Pengertian Sagestam Injeksi

Sagestam merupakan sediaan obat dalam bentuk salep mata yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Sagestam Injeksi adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi serius atau parah yang disebabkan oleh bakteri misalnya seperti infeksi pada saluran kemih, meningitis (radang selaput otak), saluran pernafasan, saluran pencernaan, kulit, tulang, dan jaringan lunak. Sagestam Injeksi mengandung zat aktif Gentamicin Sulfate. Gentamicin bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein bakteri dengan mengikat ke subunit ribosom 30S dan 50S sehingga menghasilkan membran sel bakteri yang rusak.

Keterangan Sagestam Injeksi

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik Topikal
  • Kandungan : Gentamicin Sulfate 40 mg/ mL
  • Bentuk : Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan : Ampul
  • Kemasan: Dus ,5 Ampul @ 2 ml
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan Sagestam Injeksi

Sagestam Injeksi adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi serius atau parah yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Sagestam Injeksi

Dosis dan Cara Penggunaan:
Sagestam merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Infeksi parah
Dewasa: 3-5 mg / kg / hari 8 setiap jam selama 7-10 hari, dengan injeksi intramuscular atau infus intravena selama 30-120 menit. Atau, dapat juga memberikan 5-7 mg / kg sekali sehari melalui infus intravena untuk dosis berikutnya, disesuaikan sesuai dengan konsentrasi serum gentamisin.
Anak: 3-7,5 mg / kg setiap hari dalam 3 dosis terbagi.

Infeksi saluran kemih
Dewasa: 160 mg sekali sehari

Efek Samping Sagestam Injeksi

Efek Samping :
Gangguan fungsi pendengaran (Ototoksisitas), gangguan elektrolit, mual dan muntah, kebingungan, kelesuan, halusinasi, kejang, depresi mental, atrofi atau nekrosis lemak di tempat injeksi, nyeri, dan reaksi endotoksin (intravena)

Kontraindikasi :
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Sagestam Injeksi, gentamisin dan aminoglikosida lain.

Interaksi Obat :
Efek aditif dengan obat neurotoksik dan / atau nefrotoksik lainnya termasuk sefalosporin, metisilin, amfoterisin B, siklosporin, cisplatin, diuretik poten (misal. Asam etakrilat, furosemid) dan agen penghambat neuromuskuler (misal. Suksinilkolin, tubokur).
Dapat mempotensiasi efek antikoagulan (misal. Warfarin, fenindione).
Dapat melawan efek neostigmin dan piridostigmin.
Peningkatan risiko hipokalsemia dengan bisfosfonat.
Peningkatan risiko blokade neuromuskuler dengan toksin botulinum.
Indometasin dapat meningkatkan konsentrasi plasma gentamisin pada neonatus.

Kategori Kehamilan :
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Sagestam Injeksi dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :
Kategori D : Ada bukti positif risiko janin pada manusia, tetapi manfaat dari penggunaan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait