Sukses

Pengertian Rytmonorm

Rytmonorm adalah obat yang mengandung propafenone HCl sebagai zat aktifnya. Rytmonorm digunakan untuk membantu terapi fibrasi/flutter atrium paroksismal (kondisi dimana jantung berdetak cepat dan tidak teratur yang menyebabkan penurunan aliran darah ke dalam tubuh), takikardia supraventrikular paroksismal (supraventrikular takikardi (svt) adalah detak jantung yang cepat dan reguler berkisar antara 150-250 denyut per menit secara tiba-tiba ), aritmia ventrikular (suatu jenis aritmia yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak akibat detak jantung yang cepat dan tidak teratur).

Keterangan Rytmonorm

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Obat jantung
  • Kandungan: Propafenone HCl 150 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 6 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Abbott Indonesia PT
  • Harga: Rp74.000 - Rp110.000/ Strip

Kegunaan Rytmonorm

Rytmonorm digunakan untuk terapi pengobatan penyakit jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Rytmonorm

Rytmonorm merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dosis awal: 150 mg tiap 8 jam (450 mg per hari) dosis dapat ditingkatkan hingga 225mg tiap 8 jam (675mg/hari) untuk interval 3-4 hari. Maksimal 900mg / hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Rytmonorm

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Rytmonorm, seperti:

  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala
  • Gangguan tidur
  • Jantung berdebar
  • Mual, muntah
  • Mulut kering
  • Sembelit, diare
  • Gangguan tidur
  • Fungsi hati abnormal
  • Nafsu makan menurun
  • Disfungsi ereksi

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang dengan kodisi:

  • Memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari Rytmonorm.
  • Penyakit jantung struktural yang signifikan
  • Serangan jantung dalam 3 bulan terakhir
  • Penyakit jantung tidak terkontrol dengan LVEF di bawah 35%
  • Syok kardiogenik (kecuali diinduksi aritmia)
  • Bradikardia simtomatik berat
  • Hipotensi berat
  • Sindrom Brugada yang diketahui
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang nyata (misalnya gangguan metabolisme K, hipomagnesemia )
  • Miastenia gravis
  • Gangguan bronkospastik atau penyakit paru obstruktif berat
  • Disfungsi nodus sinus
  • Defek konduksi atrium
  • Blok atrioventrikular (AV) derajat 2 atau lebih besar
  • Blok cabang berkas atau blok distal tanpa alat pacu jantung
  • Penggunaan bersamaan dengan ritonavir.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Propafenone secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Inhibitor CYP2D6, CYP3A4 dan CYP1A2 (misalnya fluoxetine, paroxetine, sertraline, quinidine; ketoconazole, cimetidine, erythromycin, saquinavir, amiodarone, nikotin)
  • Lidokain
  • Amiodaron
  • Penginduksi CYP3A4 (misalnya fenobarbital, rifampisin)
  • Antiaritmia / aritmogenik
  • Antikoagulan oral (misalnya warfarin, phenprocoumon), propranolol, metoprolol, desipramine, ciclosporin, teofilin, digoxin, venlafaxine
  • Orlistat.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan konsentrasi plasma dengan ritonavir.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rytmonorm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Propafenon dan metabolit aktifnya, 5-OH-propafenon terserap kedalam ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait