Sukses

Pengertian Ropivell

Ropivell adalah obat dengan kandungan Ropivacaine HCl, obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri akut dan anastesi bedah (obat bius). Ropivell bekerja dengan cara menurunkan permeabilitas membran neuron terhadap ion Na, menghasilkan penghambatan depolarisasi dengan blokade konduksi yang dihasilkan. Ropivell tersedia delam bentuk sediaan injeksi, penggunaan Ropivell injeksi harus dibantu oleh Tenaga Medis Profeisonal.

Keterangan Ropivell

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anastesi
  • Kandungan: Ropivacaine HCl 7.50 mg/ mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 20 mL
  • Farmasi: Novell Phamaceuticals Laboratories

Kegunaan Ropivell

Ropivell digunakan untuk mengatasi nyeri akut dan anastesi bedah.

Dosis & Cara Penggunaan Ropivell

Ropivell termasuk dalam golongan Obat Keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter:

  1. Nyeri akut
    • Blok epidural lumbar: dosis 20-40 mg (10-20 mL) diberikan melalui infus dilanjutkan dengan dosis 20-30 mg (10-15 mL) dengan jarak pemberian tidak kurang dari 30 menit.
  2. Anestesi bedah
    • Larutan 0,5%: diberikan dosis 75-150 mg (15-30 mL).
    • Larutan 0.75% : diberikan dosis 112.5-187.5 mg (15-25 mL).
    • Larutan 1%: diberikan dosis 150-200 mg (15-20 mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Ropivell

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ropivell, antara lain:

  • Kecemasan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Gejala toksisitas SSP (misalnya kejang, kejang)
  • Hipertensi
  • Mual, muntah
  • Retensi urine
  • Nyeri punggung
  • Reaksi alergi

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ropivell pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipovolemia.
  • Tidak dimaksudkan untuk blok anestesi regional dan blok paracervical obstetri intravena.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ropivell:

  • Efek toksik sistemik tambahan dengan anestesi lokal atau agen yang terkait dengan anestesi lokal tipe amida. (misalnya antiaritmia tertentu, lidokain, dan mexiletine).
  • Dapat mempotensiasi efek buruk anestesi umum atau opioid.
  • Berkurangnya pembersihan plasma yang menyebabkan peningkatan kadar plasma ropivacaine bersama fluvoxamine dan enoxacin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Ropivell ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Ropivacaine antara lain konvulsi, depresi SSP (sistem saraf pusat), henti peredaran darah, depresi kardiovaskular, henti jantung.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis). Pertahankan jalan napas dengan oksigenasi dan ventilasi optimal. Berikan obat antikonvulsan jika perlu.
Artikel
    Penyakit Terkait