Sukses

Pengertian Rindopain

Rindopain adalah obat yang tersedia dalam bentuk tablet salut selaput dan cairan injeksi. Rindopain injeksi diproduksi oleh Pratapa Nirmala, dan Rindopain tablet salut selaput di produksi oleh Yarindo Farmatama. Obat ini mengandung Ketorolac tromethamine yang diindikasikan sebagai terapi jangka pendek untuk nyeri moderat pasca operasi. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghambat reversibel enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), yang menghasilkan penurunan pembentukan prekursor prostaglandin. Ini menunjukkan efek anti-inflamasi minimal pada dosis analgesiknya

Keterangan Rindopain

  1. Rindopain Cairan Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketorolac tromethamine 30mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala/ Yarindo Farmatama.
    • Harga: -
  2. Rindopain Tablet Salut Selaput
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketorolac tromethamine 10 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 2 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Yarindo Farmatama.
    • Harga: Rp55.000 - Rp75.000/ Strip

Kegunaan Rindopain

Rindopain diindikasikan untuk terapi jangka pendek untuk nyeri moderat pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan Rindopain

Rindopain merupakan Golongan Obat Keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Rindopain Tablet
    • Dewasa: 1 tablet diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 4 tablet setiap hari.
    • Lansia, penderita gangguan ginjal, pasien dengan berat badan <50 kg: Maksimal dosis: Tidak melebihi 6 tablet. Durasi pengobatan maksimal: 2 hari.
  2. Rindopain Injeksi
    • Dewasa: Sedang hingga berat: dosis awal: 10 mg dilanjutkan dengan dosis 10-30 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, dapat diberikan setiap 2 jam pada periode awal pasca operasi jika perlu. Maksimal dosis: 90 mg setiap hari.
    • Pasien dengan berat badan <50 kg: Kurangi dosis. Maksimal: 60 mg setiap hari. Semua dosis diberikan melalui injeksi intrmuskular (melalui otot) atau melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama 15 detik. Durasi maksimal: 2 hari. Ubah ke pengobatan oral jika memungkinkan.
    • Lansia: Mulailah dengan dosis efektif terendah dan untuk durasi sesingkat mungkin. Maksimal dosis: 60 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan

  • Rindopain Tablet: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Rindopain Injeksi: Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Rindopain

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Muskuloskeletal (suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang)
  • Gangguan saluran pernapasan
  • Reaksi dermatologis (masalah tentang kulit, rambut, kulit kepala, kuku, dan penyakit lain yang serupa) dan hipersensitivitas.

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi:

  • Gangguan ginjal sedang sampai berat (kreatinin serum >160 mikromol/L)
  • Dicurigai atau dikonfirmasi perdarahan serebrovaskular
  • Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi
  • Sindrom polip hidung lengkap atau sebagian
  • Angioedema atau bronkospasme
  • Hipovolemia, dehidrasi, riwayat asma, pasien yang menjalani operasi dengan risiko tinggi hemostasis perdarahan, pada antikoagulan termasuk heparin dosis rendah (2.500-5.000 u 12 jam)
  • Memiliki riwayat sindrom Stevens-Johnson atau ruam bulosa vesikular.
  • Hndari pemberian neuraksial (epidural atau intratekal)
  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui
  • Anak usia < 16 tahun

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Rindopain bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Oxypentifylline
  • Probenesid
  • Garam lithium (kontraindikasi)
  • Obat yang sangat terikat protein
  • ACE inhibitor
  • Metotreksat
Kategori Kehamilan
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rindopain ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Rindopain ke dalam Kategori D (Kehamilan trimester ketiga):
    Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
 
Perhatian Menyusui
Obat diekskresikan dalam ASI. Obat ini dikontraindikasikan pada ibu menyusui. 
Artikel
    Penyakit Terkait