Sukses

Pengertian Rebif

Rebif adalah obat yang diproduksi oleh PT. Merck yang mengandung Interferon Beta 1 A. Interferon merupakan protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, contohnya virus, bakteri, atau kanker. Interferon dalam bentuk obat bekerja dengan meningkatkan respon kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan virus, bakteri, atau kanker. Interferon Beta 1 A digunakan untuk mengatasi multiple sclerosis (penyakit autoimun)

Keterangan Rebif

  1. 22 mcg / 0,5 ml
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Vaksin, Antisera & Imunologi
    • Kandungan: Interferon Beta 1 A Rebif Injeksi 
    • Bentuk: Pre-filled Syringe
    • Satuan Penjualan: Pcs
    • Kemasan: Dus, 3 Pre-filled Syringe @ 22 mcg / 0,5 ml
    • Farmasi: PT. Merck
    • Harga: Rp1.100.000 - Rp1.250.000/ Pcs

Kegunaan Rebif

Rebif digunakan untuk mengatasi multiple sclerosis.

Dosis & Cara Penggunaan Rebif

Rebif merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Rebif juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis: 44 mcg diberikan melalui injeksi sub kutan (melalui bawah kulit) setiap 3 kali seminggu.
  • Pasien yang tidak dapat mentoleransi dosis yang lebih tinggi: di berikan dosis 22 mcg melalui injeksi sub kutan (melalui bawah kulit) setiap 3 kali seminggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.

Efek Samping Rebif

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • Depresi,
  • Reaksi di tempat injeksi
  • Gejala Flu
  • Leukopenia (Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh)
  • Peningkatan enzim hati
  • Asthenia (Badan lemas)
  • Hipertensi
  • Miastenia (Melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan kondisi:

  • Penderita hepatitis autoimun, gagal hati, gagal ginjal, atau depresi berat.
  • Gangguan jantung, kejang-kejang, gangguan ginjal yang parah, gangguan mental (misalnya depresi), diabetes, epilepsi, gangguan hati, trombositopenia, serta anemia.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek samping (terutama granulositopenia) inhibitor ACE.
  • Peningkatan risiko cedera hati bila digunakan dengan obat hepatotoksik.
  • Dapat meningkatkan kadar serum turunan teofilin.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat menurunkan metabolisme AZT.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rebif ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Rebif diekskresikan dalam ASI. Karena potensi reaksi merugikan yang serius pada bayi yang disusui, keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau terapi Rebif.

Artikel
    Penyakit Terkait