Sukses

Pengertian Rativol

Rativol merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Ketorolac Trometamol, obat ini diproduksi oleh Sanbe Farma. Rativol digunakan untuk terapi nyeri sedang hingga berat dan nyeri akut pasca operasi. Mekanisme kerja obat ini adalah menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dipertimbangkan aksi analgesik perifernya. Rativol termasuk golongan Obat Keras, disuntikan melalui Intravena (melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional.

Keterangan Rativol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Kandungan: Ketorolac Trometamol
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Ampul 1 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Rativol

Rativol digunakan untuk terapi nyeri sedang hingga berat dan nyeri akut pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan Rativol

Dosis dan Cara Penggunaan Rativol, harus dilakukan dengan tenaga medis profesional dan resep Dokter.

  • Dewasa:
    • Dosis awal 10 mg dilanjutkan 10 mg- 30 mg tiap 4 – 6 jam. Pasca operasi: Metopain dapat diberikan tiap 2 jam jika diperlukan. Dosis maksimal : 90 mg sehari
  • Lansia dan gangguan fungsi ginjal atau berat badan < 50 kg: 60 mg sehari.

Efek Samping Rativol

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Rativol, yaitu:

  • Mual, muntah dan nyeri lambung
  • Mengantuk
  • Berkeringat
  • Konstipasi
  • Pusing
  • Vertigo
  • Biduran
  • Nyeri otot
  • Gelisah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Rativol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif atau reaksi alergi dengan obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  • Tukak peptik
  • Gangguan fungsi ginjal berat
  • Penggunaan obat bersama dengan okspentifilin, probenesid, atau garam litium
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Rativol:
Metopain akan berinteraksi jika diberikan bersamaan dengan metotreksat, warfarin, ACE inhibitor, diuretik, furosemid, obat nefrotoksik (misalnya aminoglikosida), obat antiepilepsi (fenitoin, karbamazepin), obat psikoaktif, morfin sulfat, pethidine HCl, promethazine HCl, hydroxyzine HCl.

Kategori Kehamilan:

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rativol ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
  • (Jika di berikan pada trimester ketiga atau mendekati persalinan) Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rativol ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait