Sukses

Pengertian Rativol

Rativol merupakan salah satu sediaan injeksi yang memiliki kandungan berupa ketorolac trometamol. Obat ini diproduksi oleh Sanbe Farma.

Rativol digunakan sebagai terapi untuk nyeri sedang-berat serta nyeri pascaoperasi yang bersifat akut. 

Artikel Lainnya: Kiat Mengatasi Nyeri Luka Operasi Caesar

Keterangan Rativol

Berikut adalah keterangan obat Rativol yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Kandungan: Ketorolac Trometamol.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 1 ml.
  • Farmasi: Sanbe Farma.
  • Harga: Rp 30.000 - Rp 50.000/ Ampul.

Kegunaan Rativol

Rativol digunakan sebagai terapi untuk nyeri sedang-berat serta nyeri pascaoperasi yang bersifat akut. 

Artikel Lainnya: Lakukan Ini Saat Diberi Obat Pereda Nyeri oleh Dokter

Dosis & Cara Penggunaan Rativol

Rativol adalah obat keras. Karena itu, obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Adapun aturan penggunaan obat Rativol adalah sebagai berikut:

  1. Dewasa

  • Dosis awal: 10 mg, dilanjutkan 10 mg-30 mg tiap 4-6 jam.
  • Pascaoperasi: Bisa diberikan tiap 2 jam apabila dibutuhkan. 
  • Dosis maksimal: 90 mg sehari.
  1. Lansia dan gangguan fungsi ginjal atau BB < 50 kg

  • Dosis: 60 mg sehari.

Cara Penyimpanan Rativol

Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius.

Efek Samping Rativol

Efek samping ini bisa saja terjadi selama penggunaan Rativol:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri lambung.
  • Berkeringat.
  • Mengantuk.
  • Konstipasi.
  • Pusing.
  • Vertigo.
  • Biduran.
  • Gelisah.
  • Nyeri otot.

Artikel Lainnya: Efektifkah Manfaat Tisu Magic untuk Meredakan Nyeri?

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Rativol pada orang yang memiliki indikasi berikut:

  • Alergi atau hipersensitif terhadap obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Gangguan fungsi ginjal berat.
  • Tukak peptik.
  • Hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

Hindari penggunaan obat bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Metotreksat.
  • ACE inhibitor.
  • Warfarin.
  • Furosemid.
  • Diuretik.
  • Obat nefrotoksik.
  • Obat antiepilepsi.
  • Obat psikoaktif.
  • Morfin sulfat.
  • Promethazine HCl.
  • Pethidine HCl.
  • Hydroxyzine HCl.
  • Okspentifilin, probenesid, atau garam lithium.

Kategori Kehamilan

  • Kategori C: Penelitian pada binatang telah memperlihatkan bahaya janin. Namun, pada wanita hamil, belum ada penelitian yang cukup baik. Obat hanya dapat diberikan apabila manfaat lebih besar dari risiko.
  • Kategori D (jika diberikan pada trimester ketiga atau mendekati persalinan): Ada bukti positif bahwa obat berisiko pada janin manusia. Namun, pada beberapa kasus, penggunaan obat memiliki manfaat lebih banyak dibandingkan risikonya.

Peringatan Menyusui

Obat diekskresikan ke dalam ASI. Ketorolac dikontraindikasikan pada ibu menyusui.

 

Artikel
    Penyakit Terkait