Sukses

Pengertian Ranitidine

Ranitidine merupakan obat untuk mengatasi berbagai kondisi yang berhubungan dengan asam berlebih di dalam lambung. 

Manfaat ranitidine adalah untuk mengobati tukak lambung, tukak duodenum, hiperasiditas lambung, erosif esofaginitis, serta infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Artikel Lainnya: Awas, Makanan dan Minuman Ini Bikin Asam Lambung Naik!

Keterangan Ranitidine

Sediaan ranitidine terdiri dari injeksi, tablet, dan kaplet. Sebelum menggunakan ranitidine, perhatikan beberapa keterangan di bawah ini:

  1. Ranitidine Injeksi

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulserasi.
  • Kandungan: Ranitidine HCl 25 mg/ mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 2 mL.
  • Farmasi: Meprofarm; Ethica Industri Farmasi; Hexpharm; Bernofarm; Dexa Medica; Novell Pharmaceutical Lab; Indofarma; Otto Pharmaceutical Industries; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Soho Industri Pharmasi; Natura Laboratoria Prima; Phapros.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Anitid, Tyran, Ratinal, Getidin, Acran, Rantin, Ranifin, Wiacid, Indoran.
  • Harga: Rp. 30.000 - Rp. 70.675/ Boks.
  1. Ranitidine Tablet

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulserasi.
  • Kandungan: Ranitidine HCl 150 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip. 
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Hexpharm; Dexa Medica; Mulia Farma Suci; Pertiwi Agung; Pabrik Pharmasi Zenith; Indofarma; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Phapros; Errita Pharma; Gracia Pharmindo; Holi Pharma; Graha Farma; Erela.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Rantin, Wiacid, Aciblock, Gasela, Radin, Ranigen, Rancus, Rantamid.
  • Harga: Rp. 2.000 - Rp. 20.000/ Strip.
  1. Ranitidine Kaplet

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulserasi.
  • Kandungan: Ranitidine HCl 150 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Sejahtera Lestari Farma.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Raniphil.
  • Harga: Rp. 2.000 - Rp. 20.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Perbedaan Infeksi Lambung karena Bakteri atau Luka

Kegunaan Ranitidine

Ranitidine bekerja dengan cara menghambat sekresi asam lambung berlebih. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi berikut ini:

  • Tukak lambung.
  • Tukak duodenum.
  • Hiperasiditas.
  • Mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.
  • Refluks esofagitis.

Dosis dan Cara Penggunaan Ranitidine

Ranitidine termasuk ke dalam OBAT KERAS. Maka dari itu, penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

  1. Ranitidine Injeksi

  • Mencegah Masuknya Asam Lambung ke Paru-Paru Selama Bius Total

Dewasa: 50 mg, sekitar 45-60 menit sebelum induksi anestesi.

  • Peradangan pada Saluran Pencernaan Atas

Dewasa: 50 mg yang diberikan melalui intravena sebagai dosis utama, dengan dosis lanjutan 0,125-0,25 mg/kg berat badan/jam melalui infus. Lalu diberikan secara oral dengan dosis 150 mg, diminum sebanyak dua kali per hari. 

Anak: 1 mg/kgBB (maks: 50 mg) melalui intravena. Lakukan setiap 6-8 jam. 

  • Produksi Asam Lambung yang Berlebih

Dewasa: Pemberian awal dengan dosis 1 mg/kgBB/jam. Jika dibutuhkan, dosis bisa dinaikkan 0,5 mg/kgBB/jam sesudah empat jam. 

Artikel Lainnya: Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

  1. Ranitidine Tablet

  • Tukak Duodenum

Dewasa:150 mg 2 kali sehari atau 300 mg 1 kali sehari selama 4-8 minggu.

  • Tukak Lambung

Dewasa: 150 mg 2 kali sehari selama 2 minggu.

  • Tukak Gaster dan Duodenum

Terapi pemeliharaan: 150 mg pada malam hari sebelum tidur.

  • Pengobatan kondisi hipersekresi patologis: 150 mg, 2 kali sehari.
  • Penyakit Berat: Hingga 6 g / hari.
  • Esofagitis Erosif: 150 mg 4 x sehari.

Efek Samping Ranitidine

Efek Samping ranitidine yang mungkin timbul, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Insomnia
  • Halusinasi
  • Sembelit
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Kontraindikasi

Ranitidine sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang pernah mengalami keluhan porfiria akut.

Artikel Lainnya: Nyeri Ulu Hati, Apa Selalu karena Asam Lambung Naik?

Interaksi Obat

Obat ini tidak boleh digunakan bersama dengan beberapa jenis obat di bawah ini:

  • Propantheline bromide.
  • Antikoagulan.
  • Ketoconazole, midazolam, dan glipizide.
  • Antasid.

Kategori Kehamilan

Kategori B: studi pada hewan tidak menunjukkan efek yang berbahaya. Namun, belum ada penelitian pada manusia yang membuktikan secara langsung mengenai hal ini.

Peringatan Menyusui

Ranitidine dapat terserap ke dalam ASI sehingga penggunaan pada wanita menyusui sebaiknya atas persetujuan dokter.