Sukses

Pengertian Prabetic

Prabetic merupakan salah satu sediaan tablet yang mengandung Pioglitazone, obat ini diproduksi oleh Pratapa Nirmala. Prabetic digunakan untuk monoterapi atau dalam terapi kombinasi dengan sulfonilurea atau metformin, terapi tambahan untuk diet dan olahraga untuk meningkatkan kontrol glikemik pada pasien dengan Diabetes Melitus tipe 2.

Penggunaan Prabetic yang disertai dengan pengobatain non-farmakologi, seperti:

  • Diet dan olahraga yang tepat
  • Menghindari makan makanan yang berlemak, hentikan kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol.

Dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah yang tinggi pada pasien diabetes tipe 2.

Keterangan Prabetic

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik
  • Kandungan: Pioglitazone HCl 15 mg; Pioglitazone HCl 30 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratama Nirmala.

Kegunaan Prabetic

Prabetic obat yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit Diabetes Melitus Tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Prabetic

Penggunaan Prabetic, harus dilakukan dengan anjuran dan resep Dokter:

  • Pada dewasa dosis awal diminum 40-80 mg perhari perlahan ditingkatkan hingga 320 mg perhari bila diperlukan.
  • Untuk dosis diatas 160 mg perhari diberikan dalam 2 dosisi terbagi.
  • Penaikan dosis harus dengan jarak waktu minimal 1 bulan.
  • Untuk pasien dengan tidak ada respon, dosis dapat ditingkatkan setelah 2 minggu.

Diminum sesudah makan. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Efek Samping Prabetic

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Prabetic, yaitu:
1. Gangguan saluran cerna (misalnya diare, sembelit, sakit perut)
2. Sakit kepala dan pusing
3. Angina (nyeri dada)
4. Tekanan darah tinggi
5. Gangguan kulit
6. Nyeri punggung
7. Arthralgia
8. Kelemahan
9. Infeksi saluran pernafasan atas
10. Infeksi virus.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Prabetic Tablet pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Wanita hamil dan menyusui
  • Hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap gliklazid, sulfonilurea atau sulfonamid lainnya.
  • Diabetes melitus tipe 1, ketoasidosis diabetes, diabetes pra-koma dan koma
  • Penggunaan bersamaan dengan miconazole
  • Kerusakan ginjal atau hati berat.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Prabetic:
Siklosporin, antagonis Ca, inhibitor reduktase HMG-CoA.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prabetic ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait