Sukses

Pengertian Pantocain

Pantocain adalah obat tetes mata yang digunakan untuk anastesi lokal. Anestesi lokal adalah obat yang di gunakan pada jaringan agar mati rasa. Anestesi lokal bekerja dengan menghentikan kerja saraf untuk sementara sehingga Anda tidak merasakan sakit. Pantocain mengandung Tetrakaina yang merupakan golongan anastesi yang dapat bekerja lokal maupun sistemik.

Keterangan Pantocain

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anastesi Lokal.
  • Kandungan: Tetrakaina 0.5%; Tetrakaina 2 %
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol Tetes 5 mL.
  • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan Pantocain

Pantocain digunakan sebagai anastesi lokal pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan Pantocain

Pantocain termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Resep Dokter.

  • Dosis penggunaan Pantocain harus dengan anjuran Dokter.

Efek Samping Pantocain

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Pantocain adalah:

  • Eritema ringan (kemerahan) pada mata.
  • Edema (pembengkakan) ringan atau gatal dan sensasi menyengat.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Pantocain pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap asam p-aminobenzoik atau turunannya.
  • Digunakan bersama anastesi lokal dari jenis ester.
  • Konsentrasi plasma kolinesterase rendah.
  • Penyumbatan jantung total.
  • Bronkoskopi atau sitoskopi (tindakan medis yang bertujuan untuk melakukan visualisasi trakea dan bronkus).
  • Pengaplikasian pada permukaan yang meradang atau trauma.
  • Pemberian pada telinga tengah.

Interaksi Obat
Berikut adalah interaksi obat yang umumnya terjadi pada Pantocain:

  • Dapat menjadi antagonis dari aktivitas sulfonamida dan asam salisilat.
  • Meningkatkan kadar tetracaine jika digunakan bersama anticolinesterase.
  • Meningkatkan hambatan neuromuscular pada suxamethonium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Pantocain ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.