Sukses

Pengertian Pantocain

Pantocain adalah obat tetes mata yang digunakan untuk anestesi lokal. Anestesi lokal bertujuan untuk membuat jaringan mengalami mati rasa. Karena itu, manfaat Pantocain adalah untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien. 

Tetes mata Pantocain mengandung tetrakain. Kandungan ini merupakan golongan anestesi yang dapat bekerja lokal maupun sistemik.

Artikel Lainnya: Manakah Obat Mata yang Lebih Efektif, Salep atau Tetes Mata?

Keterangan Pantocain

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anestesi Lokal.
  • Kandungan: Tetrakaina 0.5%; Tetrakaina 2%.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol Tetes 5 mL.
  • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries.
  • Harga: Rp. 14.500 - Rp. 35.000/ Botol.

Kegunaan Pantocain

Pantocain digunakan sebagai tetes mata yang bekerja sebagai anestesi lokal pada mata.

Artikel Lainnya: Tips Menggunakan Obat Mata yang Benar

Dosis & Cara Penggunaan Pantocain

Pantocain adalah obat keras yang memerlukan resep dokter. Maka dari itu, dosis penggunaan tetes mata Pantocain harus dengan anjuran dokter.

Cara Penyimpanan Pantocain

Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius, jangan dibekukan.

Efek Samping Pantocain

Pantocain bisa memunculkan efek samping, yaitu: 

  • Kemerahan pada mata.
  • Bengkak ringan.
  • Gatal.
  • Sensasi menyengat.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan tetes mata Pantocain jika Anda memiliki indikasi sebagai berikut:

  • Hipersensitif terhadap asam p-aminobenzoik atau turunannya.
  • Digunakan bersama anestesi lokal dari jenis ester.
  • Konsentrasi plasma kolinesterase rendah.
  • Penyumbatan jantung total.
  • Bronkoskopi atau sitoskopi.
  • Pengaplikasian pada permukaan yang meradang.
  • Pemberian pada telinga tengah.

Artikel Lainnya: Awas, Ini 4 Bahaya Mengucek Mata!

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi obat yang umumnya terjadi pada Pantocain:

  • Dapat menjadi antagonis dari aktivitas sulfonamida dan asam salisilat.
  • Meningkatkan kadar tetracaine jika digunakan bersama anticolinesterase.
  • Meningkatkan hambatan neuromuscular pada suxamethonium.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Telaah pada hewan telah menunjukkan adanya efek bahaya pada janin. Namun, penelitian serupa terhadap wanita hamil masih belum memadai.