Sukses

Pengertian Panorex

Panorex merupakan obat yang mengandung Paracetamol. Paracetamol digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam yang disertai flu dan demam pasca vaksinasi.

Keterangan Panorex

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Prima Medica Laboratories.

Kegunaan Panorex

Panorex adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam yang disertai flu dan demam pasca vaksinasi.

Dosis & Cara Penggunaan Panorex

  • Dewasa dan anak ≥12 tahun: 1-2 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet/hari.
  • Anak-anak 6-11 tahun: ½-1 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 4 kaplet/hari.

Efek Samping Panorex

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:

  • Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar.
  • Reaksi hipersensitif (alergi) misalnya, kemerahan, gatal dan mengelupas kulit, pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan dan wajah; sariawan, memar, berdarah.

Kontraindikasi:

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan penyakit ginjal dan Infeksi parah
  • Dapat meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung parasetamol.

Interaksi Obat:

  • Mengurangi penyerapan dengan colestyramine. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
  • Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.

Kategori Kehamilan:
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Panorex kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait