Sukses

Pengertian Panorex

Panorex adalah obat yang mengandung paracetamol. Obat ini digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, demam, serta nyeri otot. 

Panorex tersedia dalam bentuk suspensi dan infus.

Artikel Lainnya: Waspada, 7 Kebiasaan Ini Bikin Anda Rentan Kena Flu

Keterangan Panorex

Perhatikan beberapa keterangan Panorex berikut ini:

  1. Panorex Suspensi

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 160 mg/ 5 ml.
  • Bentuk: Suspensi.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 ml.
  • Farmasi: Prima Medika Laboratories.
  • Harga: Rp. 11.000 - Rp. 25.000/ Botol.
  1. Panorex Infus

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 10 mg/ ml.
  • Bentuk: Infus.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 100 ml.
  • Farmasi: Pharos Indonesia/ Prima Medika Laboratories.
  • Harga: Rp. 17.000 - Rp. 30.000/ Vial.

Artikel Lainnya: Apa yang Terjadi pada Tubuh Bila Diberi Vaksin Saat Sakit?

Kegunaan Panorex

Panorex adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, demam, serta nyeri otot.

Dosis & Cara Penggunaan Panorex

Panorex suspensi adalah obat bebas. Maka dari itu, penggunaannya tidak memerlukan anjuran dari dokter. Sementara itu, Panorex dalam bentuk infus termasuk obat keras sehingga memerlukan petunjuk dokter.

Berikut adalah aturan penggunaan Panorex dalam bentuk suspensi dan infus:

  1. Panorex Supensi

  • Dewasa: 15-30 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 7-12 tahun: 10 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 4-6 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-3 tahun: 2.5-5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 bulan: 2.5 ml, 3-4 kali sehari.
  1. Panorex Infus

  • Dewasa dengan berat badan 33-50 kg: dosis 15 mg / kg berat badan diberikan setiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal dosis: 3 g setiap hari.
  • Dewasa dengan berat badan > 50 kg: dosis 1 g diberikan setiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal dosis: 4 g setiap hari. Berikan melalui infus selama 15 menit.
  • Bayi cukup bulan dan anak dengan berat badan
  • Anak dengan berat badan 10-33 kg: dosis 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, diberikan minimal setiap 4 jam. Maksimal dosis: 2 g setiap hari.
  • Anak dengan berat badan 33-50 kg: dosis 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, diberikan minimal setiap 4 jam. Maksimal: 3 g setiap hari.

Cara Penyimpanan Panorex

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.

Artikel Lainnya:  Sakit Gigi Bisa Sembuh Sendiri?

Efek Samping Panorex

Panorex dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

  • Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar.
  • Reaksi alergi. 

Overdosis

Penggunaan Panorex yang melebihi dosis akan menyebabkan beberapa gejala overdosis, berupa:

  • Pucat.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Anoreksia.
  • Sakit perut.
  • Asidosis metabolik.
  • Kelainan metabolisme glukosa.

Jika terjadi overdosis, segeralah bawa pasien ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter. 

Artikel Lainnya: Sakit Kepala pada Siang Hari, Apa Penyebabnya?

Kontraindikasi

Sebaiknya Panorex tidak digunakan pada kondisi-kondisi berikut:

  • Memiliki penyakit ginjal.
  • Memiliki gangguan fungsi hati.
  • Mengonsumsi alkohol.

Interaksi Obat

Penggunaan Panorex dengan beberapa jenis obat berikut dapat memunculkan interaksi obat:

  • Obat-obatan lainnya dengan kandungan paracetamol.
  • Cholestyramine.
  • Antikonvulsan.
  • Probenesid.
  • Dan lainnya.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian terhadap hewan tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin. Namun, penelitian serupa yang dilakukan terhadap wanita hamil masih sangat terbatas.

Artikel
    Penyakit Terkait