Sukses

Pengertian Oxaliplatin

Oxaliplatin adalah obat yang digunakan untuk kemoterapi pada pasien yang terindikasi mengidap kanker yang berkembang pada sel tubuh. Oxaliplatin dapat digunakan bersamaan dengan obat kanker lainya untuk mengatasi kanker kolon dan kanker rektal. Oxaliplatin adalah obat antineoplastik yang mengandung platinum yang membentuk beberapa kompleks. Kompleks ini secara kovalen berikatan dengan sekuens basis DNA untuk membentuk ikatan silang, sehingga menghambat replikasi, transkripsi, dan pembelahan sel yang menyebabkan kematian sel.

Keterangan Oxaliplatin

  1. Oxaliplatin Serbuk Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
    • Kandungan: Oxaliplatin 50 mg dan 100 mg
    • Bentuk: Serbuk Injeksi
    • Satuan Penjualan: vial
    • Kemasan: Box, 1 Vial @ 50 mg dan 100 mg
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals; Dipa Pharmalab Intersains
  2. Oxaliplatin Cairan Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
    • Kandungan: Oxaliplatin 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, Vial @ 10 mL dan 20 mL
    • Farmasi: Sanbe Farma, Dankos Farma
  3. Oxaliplatin Cairan Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
    • Kandungan: Oxaliplatin 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Infus
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, Vial @ 10 mL dan 20 mL
    • Farmasi: Sanbe Farma, Ferron Par Pharmaceuticals

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Oxafon, Sanroxa, Belloxa, Oxaliplatin Medac, Rexta, Plaxat, Oxitan, Eloxatin.

Kegunaan Oxaliplatin

Oxaliplatin digunakan untuk kemoterapi pada pasien yang terindikasi mengidap kanker yang berkembang pada sel tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Oxaliplatin

Oxaliplatin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Oxaliplatin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Terapi tambahan pada pasien kanker kolon stadium 3, dikombinasi dengan fluorouracil (FU)/folinic acid (FA)
    85mg/m2 setiap 2 minggu, diberikan 2-6 jam selama 12 siklus, dosis dapat diturunkan menjadi 75 mg/m2.
  2. Kanker Metastatistik dikombinasi dengan fluorouracil (FU)/folinic acid (FA)
    85mg/m2 setiap 2 minggu, diberikan 2-6 jam selama 12 siklus, dosis dapat ditunkan menjadi 65 mg/m2.

Cara Penyimpanan

  • Simpan pada suhu 20-25°C. Jangan dibekukan. Lindungi dari cahaya.
  • Larutan yang sudah direkonstitusi: simpan antara 2-8°C hingga 24 jam.
  • Ini adalah obat sitotoksik. Ikuti prosedur untuk menerima, menangani, memberikan dan pembuangan. Setiap bagian yang tidak digunakan harus dibuang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Efek Samping Oxaliplatin

Efek samping penggunaan Oxaliplatin yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi hipersesitif (sensasi terbakar, gatal dan merah, terbentuk ruam pada kulit, diare, nafas pendek, nyeri dada, hipotensi)
  • Hepatoksisitas (penurunan fungsi hati)
  • Gangguan lambung (mual, muntah, diare)
  • Alopesia (kebotakan)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Oxaliplatin pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan hati dan ginjal.
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap oxiplatin
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat
Dapat meningkatkan efek samping apabila menggunakan vaksin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Oxaliplatin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala overdosis Oxaliplatin antara lain terjadi reaksi hipersensitivitas, mielosupresi, anemia, neurotoksisitas, trombositopenia kelas 4, neuropati sensoris (misalnya Paraesthesia, dysaesthesia, spasme kejang dan otot wajah), gangguan saluran pencernaan (misalnya mual, muntah, stomatitis, perut kembung, obstruksi usus besar), dehidrasi derajat 4, dyspnea, mengi, nyeri dada, gagal napas, bradikardia berat.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif (oleh tenaga medis).
Artikel
    Penyakit Terkait