Obat Kesehatan Mental

Alganax

apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm, 29 Nov 2022

Ditinjau Oleh apt. Yulia Hakimatun Adilah, S.Farm

Alganax adalah obat dengan kandungan alprazolam yang digunakan untuk mengatasi gangguan cemas. Berikut ini informasi selengkapnya.

Alganax

Alganax

Golongan

Psikotropika

Kategori obat

Kesehatan Mental / Hipnotik dan sedatif

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Bentuk obat

Tablet

Alganax untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori D: Obat akan diberikan apabila manfaat yang diberikan lebih besar dari risiko yang didapat.

Peringatan Menyusui: Alganax dapat terdistribusi ke dalam ASI. Bila kamu sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.


Pengertian Alganax

Alganax adalah obat yang mengandung alprazolam. Obat golongan psikotropika ini diindikasikan pada pasien yang mengalami kecemasan, serangan panik, dan agoraphobia.

Alganax bekerja dengan meningkatkan aktivitas zat kimia tertentu dalam tubuh, membatasi rangsangan berlebihan pada otak, dan membiarkan otak mengembalikan keseimbangan alami.

Kamu diresepkan Alganax oleh dokter? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Keterangan

  • Golongan: psikotropika
  • Kelas terapi: Obat hipnotik dan sedatif
  • Kandungan: alprazolam 0.25 mg, alprazolam 0.5 mg, alprazolam 1 mg
  • Kemasan: boks, strip @20 tablet
  • Farmasi: Guardian Pharmatama
  • Harga Alganax: 000 – 146.000 per strip

Kegunaan Alganax

Obat Alganax dapat digunakan untuk mengatasi:

  • Pengobatan jangka pendek gangguan ansietas atau kecemasan berlebihan
  • Ansietas karena neurosis
  • Gejala ansietas
  • Ansietas karena depresi
  • Gangguan panik atau tanpa agoraphobia

Artikel Lainnya: Penyebab Gangguan Kecemasan Sering Muncul di Malam Hari

Dosis dan Aturan Pakai Alganax

Penggunaan Alganax wajib berdasarkan resep dokter. Pasalnya, respons obat terhadap masing-masing pasien bisa berbeda.

Selain itu, pengaturan dosis untuk obat psikotropika biasanya dimulai dengan dosis awal (dosis anjuran), lalu ditingkatkan hingga mencapai dosis efektif (dosis yang mulai berefek).

Kemudian, jumlah ditingkatkan lagi sampai mencapai dosis optimal (dosis yang mampu mengendalikan gejala sasaran) dan dipertahankan untuk jangka waktu tertentu.

Saat pasien sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, dosis akan diturunkan perlahan sampai mencapai dosis pemeliharaan, yaitu dosis terkecil yang masih mampu mencegah kambuhnya gejala.

Berikut adalah anjuran umum dosis Alganax.

Tujuan: pengobatan jangka pendek ansietas

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis 0.25 – 0.5 mg diberikan 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan tiap 3 – 4 hari sekali hingga 3 – 4 mg per hari bila perlu. Durasi terapi umumnya selama 8 – 12 minggu termasuk dosis tapering off
  • Lansia: dosis 0.25 mg diberikan 2 – 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan bila perlu

Tujuan: gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis 0.5 mg diberikan 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 1 mg tiap 3 – 4 hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg per hari bila perlu
  • Lansia: dosis 0.25 mg diberikan 2 – 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan bila perlu

Cara Menggunakan Alganax

  • Ikuti instruksi penggunaan Alganax yang diberikan dokter
  • Alganax tablet dapat digunakan sebelum atau setelah makan
  • Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu
  • Konsumsi obat secara teratur dan pada waktu yang sama
  • Apabila kamu lupa menggunakan obat, segera pakai jika jeda dengan waktu selanjutnya masih lama. Jika jeda waktu singkat, lupakan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis di waktu bersamaan
  • Jangan melebihkan atau mengurangi dosis dari yang dianjurkan
  • Beritahu dokter apabila keluhan tidak kunjung membaik atau terjadi perubahan perilaku yang tidak berdasar
  • Apabila kamu sudah merasa lebih baik, beritahukan dokter. Biasanya, dokter akan menurunkan dosis secara bertahap hingga berhentinya pemberian obat (tapering off)
  • Jangan menghentikan obat tanpa pemberitahuan dokter. Hal tersebut dapat menyebabkan sindrom putus obat

Cara Penyimpanan

  • Ikuti petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan
  • Simpan Alganax pada suhu 20 - 25 derajat Celsius, di tempat yang sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak serta hewan peliharaan
  • Jangan simpan obat di tempat lembap seperti kamar mandi, atau di dalam freezer

Artikel lainnya: Cara Efektif Mengatasi Serangan Panik

Efek Samping Alganax

Efek samping yang bisa saja timbul selama penggunaan Alganax, yaitu:

  • Mengantuk
  • Kelemahan otot
  • Ataksia atau gangguan gerak tubuh
  • Gangguan mental
  • Amnesia
  • Ketergantungan
  • Depresi pernapasan
  • Kepala terasa ringan
  • Kebingungan dan halusinasi

Overdosis

Penggunaan Alganax secara berlebihan bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Kebingungan
  • Depresi pernapasan
  • Refleks lambat
  • Penurunan kesadaran
  • Koma

Segera pergi ke pelayanan medis terdekat apabila ditemukan gejala-gejala di atas. Penanganan kegawatdaruratan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Sebaiknya hindari penggunaan Alganax apabila kamu:

  • Hipersensitif terhadap alprazolam dan obat turunan benzodiazepine lainnya
  • Menderita glaukoma
  • Ada riwayat myasthenia gravis
  • Gangguan hati dan ginjal kronik
  • Asma
  • Hamil dan menyusui

Interaksi Obat Alganax dengan Obat Lain

Beberapa obat yang dikonsumsi bersama Alganax bisa menurunkan efektivitas atau meningkatkan toksisitas, seperti:

  • Obat penekan SSP (hipnosedatif dan derivat fenotiazin)
  • Antidepresan, seperti amitriptyline, sertraline, fluoxetine
  • Analgetik opioid, seperti morfin

List di atas mungkin tidak memuat semua obat yang berinteraksi dengan Alganax. Itu sebabnya, disarankan untuk memberi tahu dokter semua obat, baik herbal, obat kimia, atau suplemen, yang sedang kamu konsumsi.

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu dokter jika kamu alergi terhadap benzodiazepine seperti (alprazolam, lorazepam, diazepam, Ativan, Valium, Versed, Klonopin)
  • Beritahu dokter jika kamu menderita glaukoma sudut tertutup. Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita glaukoma sudut tertutup
  • Beritahu dokter tentang riwayat kesehatan kamu, terutama:
  • Penyakit saluran pernapasan
  • Gangguan hati dan ginjal berat
  • Kelemahan otot
  • Riwayat penyalahgunaan obat
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama menjalani terapi
  • Obat ini menyebabkan kantuk dan pandangan kabur. Hindari melakukan aktivitas yang memerlukan fokus, seperti menyetir atau menjalankan mesin
  • Jangan berbagi obat kepada orang lain, terutama pada orang yang memiliki riwayat kecanduan obat
  • Karena tergolong psikotropika, tidak diperbolehkan menjual atau memberikan obat Alganax pada siapa pun. Hal tersebut merupakan tindak pidana
  • Alganax tidak boleh digunakan usia kurang dari 18 tahun
  • Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil, persiapan kehamilan, atau menyusui. Hal ini akan menjadi pertimbangan pemberian obat untuk menghindari efek samping atau efek-efek yang tidak diinginkan lainnya

Artikel Lainnya: 7 Terapi Psikologis yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

Kategori Kehamilan

Alganax masuk dalam kategori D untuk keamanan ibu hamil.

Terdapat bukti positif adanya efek samping pada janin manusia.

Peringatan Kehamilan

Alganax berisiko bagi kehamilan. Itu sebabnya, saat akan diresepkan Alganax, beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau sedang dalam program kehamilan.

Terapi hanya akan diberikan apabila manfaat yang didapatkan lebih besar daripada potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Alganax dapat terdistribusi ke dalam ASI. Bila kamu sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis Alganax

  • Atarax
  • Feprax
  • Actazolam
  • Grazolam
  • Alprazolam
  • Zypraz
  • Xanax
  • Frixitas
  • Apazol

Ingat selalu untuk #JagaSehatmu. Konsultasi kesehatan langsung dengan memanfaatkan fitur Tanya Dokter. Chat sekarang, jangan tunggu sakit.

[HNS/NM]

  • Gunawan SG dkk (2016) Farmakologi dan Terapi Edisi 6. Badan penerbit FKUI
  • Maslim R (2007) Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropika Edisi ketiga. Badan penerbit FK Unika Atmajaya
  • MIMS Indonesia (2022) Alprazolam
  • MIMS Petunjuk Konsultasi Edisi 21(2022) Atarax