Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Obat Hipertensi

Acebutolol

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 19 Desember 2022

Ditinjau Oleh Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Icon ShareBagikan
Icon Like

Acebutolol adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada kondisi hipertensi. Bagaimana cara kerjanya?

Acebutolol

Acebutolol

Golongan

Obat keras

Kategori obat

Penghambat beta blocker

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Sirup dan kapsul

Acebutolol untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B: Konsultasikan dengan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat hamil atau dalam program kehamilan

Peringatan Menyusui: Kandungan obat di dalamnya terdistribusi ke dalam ASI, informasikan dokter jika akan mengonsumsi obat ini.

Pengertian

Acebutolol adalah obat yang sering digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Termasuk dalam obat golongan penghambat beta, Acebutolol bekerja dengan menghambat reseptor beta di jantung dan pembuluh darah. 

Dengan sistem kerja ini, denyut jantung akan melambat serta ketegangan di jantung dan pembuluh darah berkurang. Hasil yang diharapkan, tekanan darah juga akan turun. Acebutolol termasuk obat keras yang penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter.

Keterangan

  • Golongan: obat keras
  • Kategori: penghambat beta 
  • Kandungan: acebutolol 400 mg dan 200 mg
  • Kemasan: tablet, kapsul
  • Farmasi: Sandoz
  • Harga: -

Kegunaan

Manfaat obat Acebutolol adalah untuk mengobati hipertensi, aritmia, atau angina pektoris.

Dosis dan Aturan Pakai

Tujuan: mengobati hipertensi

Bentuk: kapsul

  • Dosis awal 200–400 mg, 1–2 kali sehari
  • Dosis bisa ditingkatkan setelah 2 minggu menjadi 400 mg, 2 kali sehari
  • Dosis maksimal adalah sebesar 1.200 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis

Tujuan: mengatasi aritmia

Bentuk: kapsul

  • Dosis awal 200 mg, 2 kali sehari
  • Dosis bisa ditingkatkan sesuai respons pasien terhadap obat
  • Dosis maksimal adalah 1.200 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis

Tujuan: menangani angina pektoris

Bentuk: kapsul

  • Dosis awal 200–400 mg, 1–2 kali sehari
  • Dosis maksimal adalah 1.200 mg per hari yang dibagi dalam beberapa dosis

Artikel lainnya: Inilah 9 Kebiasaan yang Bikin Risiko Hipertensi Meningkat 

Cara Menggunakan

  • Gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter dan keterangan pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis, atau memperpanjang masa pakai di luar anjuran dokter
  • Acebutolol bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan
  • Agar tidak lupa mengonsumsi obat, minum acebutolol pada jam yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa mengonsumsi satu dosis, segera konsumsi jika jarak dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dosis yang tertinggal
  • Periksa kesehatan Anda ke dokter secara berkala agar perkembangan kondisi kesehatan Anda bisa tetap dikontrol

Cara Penyimpanan

Simpan Acebutolol pada suhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan pula dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang bisa timbul akibat penggunaan Acebutolol, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit perut 
  • Diare atau sembelit
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Insomnia

Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, seperti:

  • Sesak napas
  • Bengkak di kaki
  • Nyeri dada
  • Detak jantung melambat
  • Gelisah dan bingung
  • Depresi
  • Pusing yang berat hingga ingin pingsan
  • Gangguan fungsi hati

Artikel lainnya: Pertolongan Pertama Angin Duduk untuk Turunkan Risiko Mematikan

Kontraindikasi

Hindari penggunaan pada pasien yang alergi pada Acebutolol

Interaksi Obat

  • Penurunan efektivitas acebutolol jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen
  • Peningkatan kadar aminofilin atau teofilin dalam darah yang meningkatkan risiko terjadinya tremor atau insomnia
  • Peningkatan risiko efek samping jika digunakan dengan diltiazem atau verapamil
  • Penurunan efektivitas dekongestan hidung, seperti efedrin jika digunakan bersamaan

Peringatan dan Perhatian

  • Informasikan dokter jika anda memiliki riwayat alergi terhadap Acebutolol
  • Informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat gagal jantung yang berat dan gangguan irama jantung
  • Informasikan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit sep
  • erti: 
  • Jantung
  • Sindrom Raynaud
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Sleep apnea
  • Diabetes
  • Hipertiroidisme
  • Penyakit hati
  • Myasthenia gravis
  • Penyakit ginjal
  • Depresi
  • Hindari mengemudikan kendaraan atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan
  • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau dalam program kehamilan

Artikel lainnya: Pertolongan Pertama Angin Duduk untuk Turunkan Risiko Mematikan

Kategori Kehamilan 

Acebutolol masuk dalam kategori B. Artinya, studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.

Peringatan Kehamilan

Informasikan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau dalam program kehamilan.

Peringatan Menyusui 

Acebutolol dapat terserap ke dalam ASI. Hindari menggunakan obat ini bila Anda sedang menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Penyakit Terkait 

  • Hipertensi
  • Aritmia
  • Angina pektoris

Rekomendasi Obat Sejenis

[HNS]

Tanya Dokter