Obat Gangguan Saraf Pusat

Modafinil

apt. Yulia Hakimatun Adilah, S.Farm, 12 Oktober 2022

Ditinjau Oleh apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm

Icon ShareBagikan
Icon Like

Modafinil adalah obat yang dapat mengobati rasa kantuk yang berlebihan akibat beberapa kondisi. Bagaimana aturan minum Modafinil? Cek di sini.

Usir Ngantuk Usai Makan Siang di Kantor dengan 4 Cara Ini (Kimberrywood/Shutterstock)

Modafinil

Golongan

Obat keras

Kategori obat

Sistem saraf pusat 

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Bentuk obat

Tablet 

Modafinil untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya risiko pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.

Peringatan Menyusui: Modafinil belum diketahui dapat terserap ke ASI atau tidak. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Merek Dagang

Tablet: Modalert

Pengertian

Modafinil adalah obat yang dapat membuat kamu tetap terjaga.

Obat ini sering digunakan untuk mengobati rasa kantuk yang berlebihan akibat sleep apnea, narkolepsi, atau membantu orang yang harus bekerja shift work. 

Modafinil tablet merupakan obat keras, yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Bagaimana aturan minum dan dosis Modafinil? Simak di bawah ini.

Keterangan

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: sistem saraf pusat
  • Kandungan: modafinil 100 mg;200 mg 
  • Kemasan: -
  • Produksi: -
  • Harga Modafinil: -

Kegunaan

Obat Modafinil digunakan untuk mengobati sleep apnea, narkolepsi, dan juga shift worker sleep disorder.

Artikel lainnya: Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur

Dosis dan Aturan Pakai 

Aturan penggunaan obat Modafinil secara umum adalah sebagai berikut.

Tujuan: sleep apnea

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis awal 200 mg per hari sebagai dosis tunggal pada pagi hari; atau dalam 2 dosis terbagi di pagi dan siang hari. Maksimal 400 mg per hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi
  • Lansia: dosis awal 100 mg per hari

Tujuan: shift worker sleep disorder

Bentuk: tablet

  • Dewasa: 200 mg setiap hari sebagai dosis tunggal kira-kira 1 jam sebelum mulai shift kerja
  • Lansia: dosis awal 100 mg per hari

Cara Menggunakan

Ikuti anjuran dokter sebelum mengonsumsi Modafinil. Baca instruksi aturan penggunaan yang tertera pada kemasan. 

  • Modafinil tablet dapat diminum setiap pagi untuk mencegah kantuk di siang hari, atau 1 jam sebelum memulai shift untuk mengobati gangguan tidur pada waktu kerja
  • Modafinil tablet bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Modafinil tablet dapat ditelan secara utuh, jangan dikunyah, dibelah, atau dihancurkan. Telan dengan segelas air putih
  • Dianjurkan minum Modafinil secara teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila lupa meminum obat, segera minum jika jeda jadwal minum obat berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan jangan menggandakan dosis
  • Modafinil biasanya diberikan selama 12 minggu

Cara Penyimpanan

Simpan Modafinil pada suhu ruang, di tempat kering, serta terhindar dari paparan cahaya matahari langsung. 

Hindarkan juga obat dari jangkauan si kecil.

Artikel lainnya: Menguak Fakta di Balik Mitos tentang Sleep Apnea

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Modafinil adalah:

  • Sakit kepala, pusing
  • Rasa gugup atau cemas
  • Sakit punggung
  • Mual, diare, sakit perut
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Hidung tersembat

Jika kamu mengalami reaksi kulit atau efek samping yang cukup parah, berhenti minum obat. Beritahu juga dokter apabila kamu memiliki:

  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Sariawan, sulit menelan
  • Demam, sesak napas
  • Bengkak
  • Urine berwarna gelap, penyakit kuning
  • Pembengkakan di wajah, mata, bibir, lidah atau tenggorokan
  • Depresi, kecemasan
  • Halusinasi, lebih aktif bicara
  • Nyeri dada, sulit bernapas, detak jantung tidak teratur
  • Ruam kulit

Overdosis

Overdosis Modafinil bisa memicu gejala, seperti: 

Segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 atau segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Modafinil apabila kamu memiliki kondisi:

  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Aritmia jantung
  • Wanita hamil

Interaksi Obat

  • Perubahan konsentrasi plasma bila Modafinil digunakan dengan dengan penginduksi CYP3A4 seperti (karbamazepin, fenobarbital, rifampisin) dan inhibitor CYP3A4 (seperti ketoconazole, itraconazole)
  • Penurunan clearance (eliminasi obat dari plasma) fenitoin, warfarin, diazepam, propranol, omeprazole
  • Mengurangi efektivitas kontrasepsi steroid

Beritahu dokter jika kamu menggunakan herbal, suplemen, atau obat kimia lainnya saat akan diresepkan Modafinil.

Artikel lainnya: Sleep Apnea dan Bruxism Bisa Terjadi Bersamaan, Ini Sebabnya

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu dokter jika kamu masih mengalami kantuk berlebihan saat menggunakan Modafinil
  • Beritahu dokter jika kamu memiliki penyakit:
  • Angina 
  • Sirosis atau gangguan hati
  • Penyakit ginjal
  • Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, riwayat serangan jantung
  • Riwayat gangguan mental 
  • Riwayat alkoholisme atau kecanduan narkoba
  • Beritahu dokter jika kamu sedang hamil atau menjalankan program kehamilan
  • Beritahu dokter, jika kamu akan merencanakan program keluarga berencana
  • Modafinil tidak disetujui untuk digunakan pada anak usia di bawah 17 tahun

Kategori Kehamilan

Modafinil tergolong dalam kategori C untuk ibu hamil. Artinya, studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya risiko pada janin. 

Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Kehamilan

Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum ibu hamil menggunakan Modafinil. 

Peringatan Menyusui

Modafinil belum diketahui dapat terserap ke ASI atau tidak, jangan gunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Penyakit Terkait

  • Kantuk
  • Narkolepsi

Rekomendasi Obat Sejenis

  • Modalert

Dapatkan informasi lainnya seputar Kesehatan di aplikasi KlikDokter. Manfaatkan juga layanan konsultasi kesehatan langsung dengan dokter dan jangan tunggu sampai sakit, ya! Yuk, #JagaSehatmu dari sekarang.

[HNS/NM]

Tanya Dokter