Obat Gangguan Saraf Pusat

Abixa

Klikdokter, 20 Nov 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Abixa adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer. Obat ini mengandung memantine HCL sebagai bahan aktifnya.

Pengertian

Abixa adalah obat yang mengandung memantine HCl yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit Alzheimer. Obat Abixa tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa digunakan atas rekomendasi dokter.

Kandungan pada Abixa, yakni memantine bekerja dengan cara memblokir aksi glutamat. Glutamat ini dapat merangsang reseptor glutamat secara berlebihan sehingga mengakibatkan eksitotoksisitas (proses kematian sel karena glutamat).

Artikel Lainnya: Pahami 6 Hal Ini dari Penderita Alzheimer

Keterangan

Berikut adalah beberapa keterangan obat Abixa yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat penyakit neurodegeneratif.
  • Kandungan: Memantine HCl 10 mg; Memantine HCl 20 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 2 strip @ 14 Tablet.
  • Farmasi: Rottendorf Pharma/Pyridam Farma.
  • Harga: Rp. 31.000 - Rp. 76.500/ Tablet.

Kegunaan

Fungsi Abixa adalah untuk membantu mengobati penyakit Alzheimer.

Artikel Lainnya: Mitos Alzheimer yang Menyesatkan dan Tak Perlu Dipercaya

Dosis dan Cara Penggunaan

Penggunaan Abixa harus dikonsultasikan dengan dokter dan hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Aturan penggunaan Abixa adalah sebagai berikut:

  • Dosis Dewasa: awalnya 5 mg setiap hari di minggu pertama, 10 mg sehari pada minggu kedua, 15 mg sehari pada minggu ketiga dan 20 mg sehari pada minggu keempat. Maksimal 20 mg sehari.
  • Lansia > 65 tahun: 20 mg sehari.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi obat Abixa, antara lain:

  • Halusinasi.
  • Kebingungan. 
  • Pusing, sakit kepala.
  • Kelelahan. 
  • Sembelit.
  • Hipertensi.
  • Mengantuk.
  • Muntah.
  • Infeksi jamur.
  • Peningkatan libido.

Overdosis

Gejala overdosis:

  • Agitasi (kondisi kejiwaan berupa marah atau gelisah).
  • Astenia (kelelahan).
  • Bradikardia (denyut jantung lambat).
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Perubahan EKG.
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Halusinasi visual.
  • Kebingungan.
  • Lesu, gelisah.
  • Gerakan melambat.
  • Mengantuk.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Psikosis.
  • Koma.

Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif oleh tenaga medis.

Artikel Lainnya:  5 Hal yang Dilupakan Lansia Ini Bisa Jadi Tanda Alzheimer

Kontraindikasi

Penggunaan obat Abixa harus dihindari oleh orang-orang yang hipersensitif terhadap memantine atau salah satu eksipiennya.

Interaksi Obat

Abixa yang digunakan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan interaksi obat. Beberapa jenis obat tersebut, di antaranya:

  • Amantadine, ketamin, atau dekstrometorfan. Efek L-dopa, agonis dopaminergik dan antikolinergik dapat ditingkatkan.
  • Efek barbiturat, neuroleptik, dan hidroklorotiazid dapat dikurangi.
  • Efek dantrolene dan baclofen, dapat dimodifikasi.
  • Tingkat plasma simetidin, ranitidin, procainamide, quinidine, quinine, dan nikotin dapat ditingkatkan.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Studi pada hewan tidak memperlihatkan risiko pada janin. Namun, studi terkontrol pada wanita hamil belum tersedia.

Peringatan Menyusui

Tidak ada data tentang adanya obat dalam ASI, efek pada bayi yang disusui, atau pada produksi ASI.