Obat Gangguan Pencernaan

Laxatab

Klikdokter, 23 Apr 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Laxatab adalah obat yang dapat digunakan untuk melancarkan buang air besar.

Pengertian

Laxatab adalah tablet yang mengandung docusate sodium dan diproduksi oleh PT Galenium Pharmasia Laboratories. Laxatab memiliki fungsi sebagai obat pencahar.

Docusate sodium bekerja dengan meningkatkan penetrasi cairan ke dalam feses. Obat ini juga memiliki efek pada sekresi cairan usus, dan dapat membantu melunakkan feses.

Artikel Lainnya: Bahaya Mengonsumsi Cabai Bubuk bagi Kesehatan Pencernaan

Keterangan

Sebelum digunakan, perhatikan keterangan obat Laxatab berikut ini:

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Pencahar.
  • Kandungan: Docusate Sodium 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 20 Catch Cover @ 1 Strip @ 6 Tablet.
  • Farmasi: PT Galenium Pharmasia Laboratories.
  • Harga Laxatab: Rp 7.000 - Rp 15.000/ Strip.

Kegunaan

Laxatab digunakan untuk mengatasi sembelit atau sebagai obat pencahar.

Artikel Lainnya: Benarkah Harus Minum Air 8 Gelas per Hari?

Dosis dan Cara Penggunaan

Cara penggunaan Laxatab adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 2 tablet, diminum 1 kali sehari sebelum tidur.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 tablet, diminum 1 kali sehari sebelum tidur.
  • Anak usia < 6 tahun: sesuai petunjuk dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celsius.

Efek Samping

Efek samping yang dapat timbul pada penggunaan Laxatab, yaitu:

Artikel Lainnya: Ibu, Ini 5 Cara Mengatasi Anak Sembelit

Overdosis

Gejala overdosis berupa kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Laxatab pada orang dengan indikasi berikut:

  • Hipersensitif terhadap kandungan dalam Laxatab.
  • Obstruksi usus.
  • Nyeri perut yang belum diketahui penyebabnya.
  • Bayi di bawah 6 bulan.

Interaksi Obat

Obat Laxatab sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan beberapa jenis obat berikut:

  • Antrakuinon, dapat meningkatkan efek pencahar.
  • Aspirin, dapat meningkatkan kejadian efek samping pada mukosa saluran pencernaan.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum ada penelitian terkontrol pada ibu hamil. Sebaiknya hanya digunakan selama kehamilan apabila tidak ada alternatif lain dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Peringatan Menyusui

Belum diketahui apakah obat terserap ke dalam ASI atau tidak. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.