Sukses

Pengertian Milorin

Milorin adalah sediaan obat berbentuk kapsul yang memiliki komposisi Clindamycin HCl. Milorin digunakan untuk mengobati infeksi berat, seperti infeksi pada saluran nafas, infeksi pada kulit dan jaringan lunak, infeksi pada tulang dan sendi, serta infeksi pada peredaran darah. Clindamycin bekerja dengan menghentikan perkembangbiakan bakteri. 

Keterangan Milorin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Clindamycin 300 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 5 Strip @10 Kapsul.
  • Farmasi: Ifars.
  • Harga: Rp. 18.500 - Rp. 60.000/ Strip

Kegunaan Milorin

Milorin digunakan untuk mengobati penyakit infeksi akibat bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Milorin

Milorin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter. 

  • Infeksi serius: dosis 150-300 mg diberikan tiap 6 jam.
  • Infeksi lebih berat: dosis 300-450 mg diberikan tiap 6 jam.
  • Anak: dosis 3-6 mg / kg berat badan diberikan tiap 6 jam.
  • Infeksi radang β-hemolitik: durasi pengobatan: minimal 10 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Milorin

Efek samping penggunaan Milorin yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan pada sistem pencernaan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Dapat terjadi reaksi alergi
  • Peradangan pada tenggorokan
  • Dapat terjadi ruam pada kulit
  • Kulit menjadi kuning
  • Jumlah leukosit dalam darah meningkat

Overdosis

  • Gejala: Dermatitis (peradangan kulit), nefrotoksisitas (penyakit ginjal akibat paparan obat), hepatotoksisitas (penyakit hati akibat paparan obat), kelainan hematologis, diare berat dan kolitis pseudomembran yang dapat mengakibatkan kematian.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Milorin pada pasien dengan kondisi:

  • Memiliki riwayat alergi atau hipersensitif pada komposisi obat tersebut.
  • Penderita infeksi saluran nafas atas.

Interaksi Obat
Penggunaan bersamaan dengan obat yang tertera dibawah ini akan dapat meningkatkan efek obat tersebut:

  • Agen penghambat neuromuskuler
  • Eritromisin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Milorin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait