Sukses

Pengertian Metacosfar

Metacosfar adalah sediaan injeksi yang mengandung Iodixanol, diproduksi oleh Pratapa Nirmala. Metacosfar diindikasikan untuk perawatan gangguan ginjal, gangguan otak, gangguan pembuluh darah, gangguan ginjal dan kondisi lainnya. Metacosfar bekerja dengan cara menyerap radiasi dalam pembuluh darah atau jaringan ketika disuntikkan.

Keterangan Metacosfar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas terapi: Miscellaneous
  • Kandungan: Iodixanol 320 mgI/ ml
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 100 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan Metacosfar

Metacosfar diindikasikan untuk perawatan gangguan ginjal, gangguan otak, gangguan pembuluh darah, gangguan ginjal dan kondisi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Metacosfar

Metacosfar merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Metacosfar juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Arteriografi serebral selektif intraarterial: diberikan dosis 270/320 mg I / mL, volume: 5-10 mL / diberikan melalui injeksi.
  • Aortografi: diberikan dosis 270/320 mg I / mL, volume: 40-60 mL / diberikan melalui injeksi.
  • Arteriografi perifer: diberikan dosis 270/320 mg I / mL, volume: 30-60 mL / diberikan melalui injeksi.
  • Arteriografi visceral selektif: diberikan dosis 270 mg I / mL, volume: 10-40 mL / diberikan melalui injeksi.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu dibawah 30°C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Metacosfar

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
1. Reaksi hipersensitivitas
2. Hipotensi (Tekanan darah rendah)
3. Demam.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi hipersensitif pada komposisi obat dan Tirotoksikosis (kondisi di mana kerja dari hormon tiroid berlebihan yang disebabkan oleh kadar hormon tiroid yang berlebih dalam tubuh).

Interaksi obat:
Konsentrasi media kontras yang tinggi dalam serum dan urine dapat mengganggu tes laboratorium untuk bilirubin, protein atau zat anorganik (mis. Zat besi, tembaga, kalsium dan fosfat).

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Metacosfar ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait