Sukses

Pengertian Meclam

Meclam adalah obat yang mengandung metoclopramide HCl sebagai zat aktifnya. Metoclopramide HCl termasuk golongan obat antiemetik yaitu obat yang dapat menekan mual dan muntah. Meclam bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin dan reseptor serotonin dalam dosis yang lebih tinggi, hal ini memicu kemoreseptor pada sistem saraf pusat. Meclam memberikan respons terhadap asetilkolin jaringan pada saluran gastrointesntinal (saluran cerna tepat pada bagian lambung dan usus) yang menyebabkan peningkatan motilitas dan mempercepat pengosongan lambung tanpa merangsang sekresi lambung, bilier, atau pankreas.

Keterangan Meclam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiemetik / Regulator GIT, Antiflatulen dan Antiinflamasi
  • Kandungan: Metoclopramide 5 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Gracia Pharmindo.

Kegunaan Meclam

Meclam digunakan untuk mual dan muntah pada gangguan saluran cerna dan pada pengobatan dengan sitotoksik atau radioterapi, untuk kontrol muntah karena operasi abdominal dan prosedur diagnostik.

Dosis & Cara Penggunaan Meclam

Meclam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Meclam juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Mual dan muntah, pencegahan mual dan muntah akibat terapi radiasi

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali, maksimal 30 mg atau 0.5mg/kgBB
  • Anak usia 1-8 tahun: 0.1-0.15 mg/kgBB, tiga kali sehari
  • Anak usia 1-<3 tahun, berat 10-14 kg: 1 mg
  • Anak usia 3-<5 tahun, berat 15-19 kg: 2 mg
  • Anak usia 5-<9 tahun, berat 20-29 kg: 2.5 mg
  • Anak usia 9-18 tahun, berat 30-60 kg: 5 mg
  • Anak usia 15-18 tahun berat >60kg: sama dengan dosis dewasa.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya.

Efek Samping Meclam

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Meclam, antara lain:
1. Sindrom neuroleptik malignan
2. Gelisah
3. Diare
4. Pruritus
5. Ruam kulit
6. Depresi
7. Mengantuk
8. Udem.

Kontraindikasi:

  • Epilepsi dan pasien dengan obat yang menyebabkan reaksi ekstrapiramidal.
  • Perdarahan, obstruksi (Penyumbatan Usus), atau perforasi GI (Usus pecah).
  • Pheochromocytoma (Tumor langka yang terjadi pada kelenjar Adrenalin).

Interaksi obat:
Meclam berinteraksi dengan obat-obat seperti penghambat MAO, analgesik narkotik dan antikolinergik, alkohol, sedatif, hipnotik, narkotik/trankuilizer, parasetamol, tetrasiklin, levodopa, etanol, siklosporin, dan digoksin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Meclam ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Gejala overdosis Metoclopramide antara lain gangguan ekstrapiramidal, mengantuk, sakit kepala, vertigo, gelisah, tingkat kelemahan penurunan kesadaran, kecemasan, kebingungan, halusinasi, mual, muntah, xerostomia, konstipasi, hipotensi, dan henti jantung pernapasan. Jarang terjadi: blok AV. Methaemoglobinaemia dan kejang umum juga dapat terjadi pada bayi prematur.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis). Reaksi ekstrapiramidal dapat dikontrol dengan pemberian agen antikolinergik (misalnya Diphenhydramine, benztropine). Berikan metilen biru secara intravena dalam kasus methaemoglobinaemia, namun, penggunaan metilen biru pada pasien dengan defisiensi G6PD tidak dianjurkan karena peningkatan risiko anemia hemolitik yang mungkin berakibat fatal. Pantau kardiovaskuler dan fungsi pernapasan.
Artikel
    Penyakit Terkait