Sukses

Pengertian Luvox

Luvox adalah obat yang diproduksi oleh Mylan Laboratories Sas/ Abbott Indonesia. Obat ini mengandung Fluvoxamine Maleate yang diindikasikan untuk penyakit depresi dan gejala gangguan depresi. Mekanisme kerja obat ini adalah menghambat pengambilan serotonin selektif dalam neuron otak. Fluvoxamine memiliki kapasitas pengikatan alfa-adrenergik, beta-adrenergik, histaminergik, muskarinik kolinergik, reseptor dopaminergik atau serotonergik

Keterangan Luvox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidepresan
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Kandungan: Fluvoxamine Maleate 50 mg; Fluvoxamine Maleate 100 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 20 Tablet
  • Farmasi: Mylan Laboratories Sas/ Abbott Indonesia
  • Harga: Rp. 270.000 - Rp. 505.000/ Strip

Kegunaan Luvox

Luvox digunakan untuk mengobati penyakit depresi dan gejala gangguan depresi.

Dosis & Cara Penggunaan Luvox

Luvox merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dosis awal: 50-100 mg per hari. Dosis efektif yang biasa: 100 mg/hari. Maksimal: 300 mg / hari. Pencegahan kekambuhan depresi 100 mg dosis tunggal harian.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Luvox

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Mual
  • Muntah

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, diare, mengantuk, pusing, denyut jantung diatas atau dibawah normal, gangguan fungsi hati, kejang, dan koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pastikan jalan napas, oksigenasi, dan ventilasi yang memadai. Kosongkan perut secepat mungkin setelah menelan. Pertimbangkan pemberian arang aktif berulang, disertai dengan pencahar osmotik jika perlu. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Tidak boleh di kombinasikan dengan / MAOI (obat antidepresan)
  • Ibu menyusui

Interaksi Obat

  • Obat dengan indeks terapi sempit (misalnya. Warfarin, fenitoin, teofilin, siklosporin, taurin, metadon, clozapine, & carbamazepine), benzodiazepin, neuroleptik, thioridazine, propranolol, litium, alkohol.

Kategori Kehamilan
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Perhatian Menyusui
Luvox diekskresikan dalam ASI dalam jumlah kecil. Karena itu, obat tersebut sebaiknya tidak digunakan oleh wanita menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait