Sukses

Pengertian Lodopin

Lodopin mengandung Zotepine yang digunakan untuk terapi Skizofrenia. Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Orang dengan skizofrenia tidak bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan. Zotepine yang terkandung dalam Lodopin merupakan antipsikotik yang bekerja di susunan saraf pusat.

Keterangan Lodopin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Zotepine 25 mg mg dan Zotepine 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 15 Tablet 25 mg; Box, 2 Strip @ 15 Tablet 50 mg
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan Lodopin

Lodopin digunakan untuk terapi Skizofrenia.

Dosis & Cara Penggunaan Lodopin

Lodopin hanya bisa didapatkan dengan resep Dokter. Dosis penggunaannya pun harus dikonsultasikan dahulu. Aturan pemakaian Lodopin secara umum adalah:
- Dewasa: Dosis efektif adalah 75 mg - 300 mg per hari.
- Dosis awal zotepine adalah 25 mg, 3 kali sehari, maksimal 100 mg, 3 kali sehari.
- Pasien usia lanjut, gangguan ginjal atau fungsi hati Dosis awal adalah 25 mg, 2 kali sehari dan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 75 mg, 2 kali sehari.

Efek Samping Lodopin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Lodopin adalah hipotensis, aritmia, EKG yang abnormal, hipotensi postural, konstipasi, dispepsia, meningkatkan enzim hati serta kadar kreatinin dan nafsu makan/BB serta kadar prolaktin, leukositosis, leukopenia, anemia, trombositemia, trombositopenia, hiperglikemia, hipoglikemia, hiperlipidemia, hipourisemia, cemas, depresi, mulut kering, kelainan EGG, EPS, insomnia, disfungsi ereksi, inkontinensia urin, gangguan ejakulasi, gangguan menstruasi dan retensi urin.
Konsultasikan dengan Dokter jika mengalami gejala efek samping di atas.

Kontraindikasi:
- Hipersensitif terhadap kandungan Lodopin.
- Hamil dan menyusui.
- Anak kurang dari 18 tahun.

Interaksi Obat:

  • Dapat terjadi peningkatan risiko aritmia atau menyebabkan hipokalaemia dengan obat yang memperpanjang interval QT.
  • Peningkatan konsentrasi zotepine dengan fluoxetine, diazepam.
  • Peningkatan depresi SSP dengan alkohol, depresan SSP.
  • Efek antimuskarinik aditif dengan antimuskarinik.
  • Efek hipotensi aditif dengan antihipertensi dan beberapa obat bius.
Artikel
    Penyakit Terkait