Sukses

Pengertian Lodia

Lodia adalah obat yang mengandung loperamide 2 mg per tablet. Lodia digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar dengan memperlambat pergerakan saluran cerna, sehingga usus mempunyai waktu lebih banyak untuk menyerap nutrisi dari makanan.

Keterangan Lodia

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: Loperamide 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 10.000 - Rp. 20.000/ Strip

Kegunaan Lodia

Lodia digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar.

Dosis & Cara Penggunaan Lodia

Lodia merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

  • Diare akut nonspesifik: 2 tablet, dilanjutkan dengan pemberian 1 tablet setiap setelah buang air besar.
  • Diare kronik: 2-4 tablet / hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 8 tablet / hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Lodia

Efek yang mungkin terjadi apabila menggunakan Lodia adalah

  • Nyeri perut bagian atas
  • Membengkakan pada usus (megakolon)
  • Pusing dan mudah lelah
  • Munculnya ruam pada kulit.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap loperamide
  • Pasien yang sakit konstipasi (susah buang air besar)
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Lodia bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Quinidine
  • Ritonavir
  • Gemfibrozil
  • Ketoconazole, dan itraconazole
  • Desmopresin 

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lodia ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait