Sukses

Diare akut yang disebabkan oleh bakteri atau virus bisa diatasi dengan obat Lodia. Apa manfaat dan bagaimanakah aturan minum Lodia?

Lodia

Golongan: Obat keras
Kategori Obat: Antidiare
Dikonsumsi oleh: Dewasa dan Anak
Bentuk obat: Tablet
Lodia untuk ibu hamil dan menyusui:

Kategori C: Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui: Informasikan dokter jika Anda akan mengonsumsi Lodia selama menyusui.

Pengertian Lodia

Diare tak hanya bikin gangguan di saluran cerna. Lebih dari itu, penyakit ini juga memicu badan lemas dan dehidrasi jika tidak segera diatasi.

Itu sebabnya, saat diare datang tangani dengan obat yang tepat. Lodia, misalnya. 

Lodia adalah obat yang mengandung loperamide. Zat aktif tersebut dapat mengurangi frekuensi buang air besar dengan memperlambat pergerakan saluran cerna.

Usus pun mempunyai waktu lebih banyak untuk menyerap nutrisi dari makanan.

Anda diresepkan Lodia oleh dokter? Simak dulu penjelasan lengkap Lodia obat apa di sini.

Keterangan Lodia

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: loperamide 2 mg
  • Kemasan: Strip @10 tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga Lodia: Rp10.000 - Rp20.000/strip

Kegunaan Lodia

Lodia digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar.

Artikel Lainnya: Diare Lebih dari 2 Minggu? Kenali Penyebab Diare Kronis Ini

Dosis dan Aturan Pakai Lodia

Lodia tablet masuk ke dalam golongan obat keras. Setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Berikut adalah aturan minum lodia secara umum.

Tujuan: diare akut non-spesifik

Bentuk: tablet

  • Dosis 2 tablet, dilanjutkan dengan pemberian 1 tablet setiap setelah buang air besar.

Tujuan: diare kronik

Bentuk: tablet 

  • Dosis 2-4 tablet/hari dalam dosis terbagi. Maksimal 8 tablet/hari.

Cara Menggunakan Lodia

  • Ikuti saran dokter dan petunjuk penggunaan pada kemasan sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Minum Lodia di waktu yang sama setiap harinya untuk menghindari lupa konsumsi obat. Jika terlewat satu dosis, segera minum saat teringat jika jarak dengan dosis berikutnya masih jauh. Jika sudah dekat maka lupakan dosis yang tertinggal. 
  • Konsumsi banyak air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang agar tidak terjadi dehidrasi.
  • Hubungi dokter jika diare tidak membaik dalam 2 hari, atau muncul gejala BAB berdarah, berlendir, dan tanda dehidrasi.

Cara Penyimpanan

Simpan obat Lodia pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping Lodia

Efek yang mungkin terjadi apabila menggunakan Lodia adalah:

  • nyeri perut bagian atas
  • pembengkakan pada usus (megakolon)
  • pusing dan mudah lelah
  • munculnya ruam pada kulit

Artikel Lainnya: Waspada Bahaya Dehidrasi akibat Diare

Overdosis

Gejala yang biasanya dirasakan saat seseorang mengalami overdosis kandungan loperamide adalah: 

  • depresi sistem saraf pusat (pingsan, kelainan koordinasi, mengantuk, miosis, hipertonia otot dan depresi pernapasan)
  • sembelit
  • retensi urine
  • ileus
  • pingsan
  • gangguan irama jantung
  • serangan jantung

Hubungi dokter jika Anda merasakan gejala overdosis tersebut.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat Lodia pada pasien dengan kondisi:

  • pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap loperamide
  • penderita konstipasi
  • wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat Lodia

Hindari penggunaan Lodia bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • quinidine
  • ritonavir
  • gemfibrozil
  • ketoconazole dan itraconazole
  • desmopressin

Peringatan dan Perhatian

Terkait penggunaan loperamide, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Jangan memberikan loperamide untuk anak-anak usia di bawah 2 tahun, karena dapat menyebabkan risiko efek samping yang serius.
  • Karena dapat menyebabkan sakit kepala dan pusing, hindari berkendara atau beraktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi usai minum loperamide.
  • Informasikan dokter jika terjadi BAB berdarah atau berlendir disertai demam tinggi. Dikhawatirkan, itu adalah gejala disentri. Loperamide tidak diperuntukan untuk mengatasi diare karena disentri, infeksi bakteri, atau diare akibat alergi antibiotik.
  • Informasikan jika Anda memiliki riwayat penyakit lain yang bergejala diare, seperti HIV/AIDS, penyakit hati, ketidakseimbangan elektrolit, dan konstipasi.
  • Beritahu dokter jika Anda juga mengonsumsi obat, baik kimia atau herbal lainnya.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mencegah Diare Setelah Berolahraga

Kategori Kehamilan

Obat ini masuk kategori C untuk ibu hamil. Artinya, studi pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya). 

Akan tetapi, tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. 

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan atas petunjuk dokter hanya jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Informasikan dokter jika Anda akan mengonsumsi Lodia selama menyusui.

Penyakit Terkait Lodia

  • Diare
  • Dehidrasi

Rekomendasi Obat Sejenis Lodia

dapatkan info menarik lainnya seputar kesehatan dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 21 Februari 2022

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Referensi:

  • ISO Indonesia (2018). ISFI Penerbitan, Lodia.
  • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Lodia. 
  • ISO Farmakoterapi (2013). ISFI Penerbitan. Loperamide.
  • Pionas BPOM. Diakses 2022. Loperamid hidroklorida.
Artikel
    Penyakit Terkait