Sukses

Pengertian Lidox

Lidox adalah golongan obat Anastesi Lokal yang diproduksi oleh Bernofarm. Lidocaine yang terkandung didalam Lidox digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau memberi efek mati rasa pada bagian tubuh tertentu untuk sementara. Lidox digunakan untuk membuat mati rasa sebagian area tubuh (obat bius lokal), sebelum dilakukan proses penjahitan luka robek atau operasi Caesar. Selain itu, Lidox juga digunakan untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung. Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

Keterangan Lidox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anastesi Lokal
  • Kandungan: Lidocaine HCl 20 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10, 25, dan 50 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Bernofarm

Kegunaan Lidox

Lidox digunakan untuk membuat mati rasa sebagian area tubuh (obat bius lokal), sebelum dilakukan proses penjahitan luka robek atau operasi Caesar.

Dosis & Cara Penggunaan Lidox

Lidox merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lidox juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan. Penggunaan Lidox harus sesuai dengan Resep dokter.

Intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah)

  1. Fibrilasi ventrikel yang tak berdenyut atau takikardia ventrikel
    • Dewasa: 1-1.5 mg / kg berat badan, pemberian dapat diulang sesuai dengan kebutuhan. Maksimal: 3 mg / kg berat badan.
  2. Untuk aritmia ventrikel pada pasien yang lebih stabil
    • Dosis pembebanan biasa: 50-100 mg sebagai injeksi intravena dengan dosis 25-50 mg / menit, dapat diulang satu atau dua kali hingga maksimal 200-300 mg dalam 1 jam, dilanjutkan dengan dosis 1- 4 mg / menit melalui infus intravena berkelanjutan. Mungkin perlu mengurangi dosis jika infus lebih lama dari 24 jam.
  3. Anestesi regional intravena
    • Dewasa: diberikan dosis 50-300 mg. Maksimal: 4 mg / kg berat badan.

 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 ° C.

Efek Samping Lidox

Efek samping penggunaan Lidox yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradikardi
  • Edema
  • Hipotensi
  • Kecemasan
  • Koma
  • Kebingungan
  • Kantuk
  • Halusinasi dan eufhoria (kesenangan)
  • Sakit kepala
  • Lesu, gugup
  • Kejang
  • Bicara cadel
  • Mual dan muntah
  • Rasa logam
  • Memar dan iritasi
  • Perubahan visual

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Lidox pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Sindrom Wolff-Parkinson-White (penyakit parkinson).
  • Tidak boleh digunakan pada kulit yang meradang atau terluka.
  • Gangguan jantung.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Lidox:

  • Dapat meningkatkan kadar serum jika diberikan bersamaan dengan simetidin dan propranolol.
  • Peningkatan risiko depresi jantung jika diberikan bersamaan dengan penyekat β dan antiaritmia lainnya.
  • Efek jantung tambahan dengan fenitoin IV. Hipokalaemia yang disebabkan oleh acetazolamide, loop diuretics dan thiazide dapat efek lidocaine.
  • Persyaratan dosis dapat ditingkatkan dengan penggunaan jangka panjang dari fenitoin dan penginduksi enzim lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Lidox masuk ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada sistem reproduksi. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama.

Overdosis

  • Pemberian Lidox yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah, ritme jantung yang mengancam nyawa, denyut jantung lambat, apnea, kejang, koma, henti jantung, henti napas dan kematian.
  • Jika terjadi overdosis, segera pertahankan oksigenasi, hentikan kejang dan dukung sirkulasi. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait