Sukses

Pengertian Lacedim

Lacedim merupakan sediaan obat bentuk serbuk injeksi yang diproduksi oleh Lapi. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi parah yang disebabkan oleh organisme atau bakteri. Lacedim merupakan golongan obat Antibiotik Sefalosporin generasi ketiga dengan aktivitas gram negatif spektrum luas, termasuk Pseudomonas. Obat ini memiliki tingkat kesembuhan yang lebih rendah terhadap bakteri gram positif. Namun, memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi terhadap bakteri resisten. Mekanisme kerja obat menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengikat satu atau lebih protein pengikat penisilin. Dengan demikian, pembentukan (sintesis) dinding sel bakteri menjadi terhambat.

Keterangan Lacedim

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram
  • Bentuk: Serbuk Injeksi 
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Dus 1 Vial @ 1 gram
  • Farmasi: Lapi Indonesia.

Kegunaan Lacedim

Lacedim digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati infeksi parah yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Lacedim

Lacedim merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Dosis dan Cara Penggunaan Lacedim:

  • Dewasa 1- 6 g setiap hari di suntikkan melalui pembuluh darah (IV) atau melalui otot (IM).
  • Anak> 2 bulan 30-100 mg / kgBB / hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Neonatus & anak ≤2 bulan 25-60 mg / kgBB / hari dalam 2 dosis terbagi.

Efek Samping Lacedim

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah gangguan saluran pencernaan, efek sistem saraf pusat, peradangan setelah injeksi intra muskular. Sangat jarang: reaksi hipersensitivitas. Perubahan hematologis sementara.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian Lacedim pada pasien:
- Reaksi berlebihan (Hipersensitif) terhadap sefalosporin.
- Gangguan ginjal.

Interaksi Obat:
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan obat nefrotoksik.

Kategori Kehamilan:
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lacedim kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait