Sukses

Pengertian Kontrabat

Kontrabat adalah sediaan obat yang mengandung Paracetamol, Guaifenesin, Dextrometrophan HBr, dan Chlorpheniramini maleate. Paracetamol digunakan untuk menurunkan demam dan dapat meringankan nyeri. Guaifenesin dan dextromethopran digunakan untuk meredakan batuk berdahak dan menekan batuk. Chlorpheniramini maleate (CTM) merupakan golongan antihistamine yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi, seperti: hidung tersumbat, bersin-bersin, dan mata berair. Kontrabat digunakan untuk mengobati gejala-gejala flu, seperti: demam, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan disertai batuk.

Keterangan Kontrabat

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Dekstrometorfan HBr 10 mg,Chlorpeniramini Maleate 7.5 mg, Fenilpropanolamin HCl 12,5 mg, Parasetamol 150 mg.
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Bernofarm

Kegunaan Kontrabat

Kontrabat digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti: demam, dan hidung tersumbat yang di sertai dengan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Kontrabat

Kontrabat merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kontrabat juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Anak usia 7-12 tahun: di minum 3 kali sehari 1-2 sendok teh (5-10 ml).
  • Anak usia 1-7 tahun: di minum 3 kali sehari 1/2-1 sendok teh (2.5 ml-5 ml).
  • Anak usia 1 tahun atau kurang: di minum 3 kali sehari 1/4-1/2 sendok teh (1.25-2.5 ml).
  • Dewasa: 3-4 kali sehari 1-2 sendok teh (5-10 ml).

Efek Samping Kontrabat

  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardi (jantung berdetak lebih cepat dari batas normal)
  • Retensi urin (kesulitan untuk mengeluarkan urine)
  • Kerusakan hati (penggunaan dosis bersar & jangka lama).

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap simpatomimetik lain (efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin)
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati, hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung

Interaksi Obat
Krisis hipertensi jika diberikan bersama obat golongan MAOI.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan kontrabat ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait