Sukses

Pengertian Kalsirox

Kalsirox adalah obat yang diproduksi oleh Kalbe Farma yang mengandung Deferasirox. Kalsirox digunakan untuk mengurangi kelebihan besi (Fe) kronis akibat transfusi darah dengan thalasemia β, penyakit sel sabit, dan jenis anemia lainnya pada pasien dewasa ataupun anak (usia 6 tahun dan lebih). Deferasirox yang terkandung dalam Kalsirox merupakan zat pengikat yang selektif terhadap Fe (III), dan mendorong Fe untuk dikeluarkan melalui feses.

Keterangan Kalsirox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidot & Agen Detoksifikasi
  • Kandungan: Deferasirox 250 mg dan Deferasirox 500 mg.
  • Bentuk: Tablet Dispersible
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet 250 mg. Box, 4 Strip @ 7 Tablet 500 mg.
  • Farmasi: Kalbe Farma.
  • Harga: Rp 245.000 - Rp 365.000 / Strip.

Kegunaan Kalsirox

Kalsirox digunakan sebagai terapai pada keadaan kelebihan besi (Fe) kronik yang disebabkan oleh pemberian transfusi darah dengan thalasemia β, penyakit sel sabit, dan jenis anemia lainnya pada pasien dewasa ataupun anak.

Dosis & Cara Penggunaan Kalsirox

Kalsirox temasuk dalam golongan obat keras. Penggunaan Kalsirox harus dikonsultasikan dahulu dengan Dokter.

  1. Dosis awal: 20 mg/kg berat badan, sekali sehari pada saat perut kosong setidaknya 30 menit sebelum makan, sebaiknya diminum pada waktu yang sama setiap harinya. Kadar feritin serum dianjurkan dipantau setiap bulan dan dosis Kalsirox disesuaikan, jika perlu, setiap 3-6 bulan berdasarkan kadar feritin serum.
  2. Cara pemberian: tablet dilarutkan dengan diaduk dalam segelas air, jus apel, atau jus jeruk (100 - 200 mL) sampai terbentuk suspensi. Setelah suspensi diminum, sejumlah residu dilarutkan kembali dalam sedikit air atau jus dan diminum. Tablet tidak boleh ditelan secara utuh tanpa dilarutkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius, lindungi dari kelembaban.

Efek Samping Kalsirox

Efek samping yang mungkin timbul akibat pemakaian Kalsirox adalah diare, muntah, mual, nyeri kepala, sakit perut, demam, batuk, ruam kulit, peningkatan kreatinin serum, dan peningkatan transaminase hati. Konsultasikan dengan Dokter bila muncul salah satau tanda efek samping.

Overdosis
Penggunaan Deferasirox yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala mual, muntah, sakit kepala, diare, hepatitis.

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap kandungan Kalsirox
  • Bersihan kreatinin 2 kali batas atas nilai normal sesuai dengan usia.
  • Pasien risiko tinggi sindrom mielodisplastik (MDS) dan pasien dengan keganasan hematologi dan non-hematologi lain yang diduga tidak mendapat manfaat dari terapi chelation karena progresivitas penyakitnya yang cepat.

Interaksi Obat
Antasida, makanan, midazolam, ciclosporin, simvastatin, agen kontrasepsi hormonal, repaglinide, theophylline, OAINS, kortikosteroid, antikoagulan oral.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kalsirox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait