Sukses

Pengertian Jakavi

Jakavi merupakan obat yang mengandung ruxolitinib. Jakavi digunakan untuk mengobati splenomegali atau gejala yang berhubungan dengan penyakit pada pasien dewasa dengan myelofibrosis (penyakit kelainan pada tulang sumsum yang menyebabkan produksi darah dalam tubuh terganggu, baik sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit darah), dan Polisitemia vera (penyakit kelebihan darah) adalah jenis kanker langka darah yang terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang berlebihan, dan terkadang begitu pula dengan trombosit dan sel darah putih

Keterangan Jakavi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Terapi Kanker
  • Kandungan: Ruxolitnib Phosphate 5 mg; Ruxolitnib Phosphate 15 mg; Ruxolitnib Phosphate 20 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novaris Indonesia.

Kegunaan Jakavi

Jakavi digunakan untuk mengobati splenomegali atau gejala yang berhubungan dengan penyakit pada pasien dewasa dengan myelofibrosis dan Polisitemia vera (penyakit kelebihan darah).

Dosis & Cara Penggunaan Jakavi

Jakavi merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan jakavi juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Postpolycythaemia vera myelofibrosis
    Dosis awal: di berikan dosis 20 mg, di minum 2 kali sehari
  2. Postessential thrombocythaemia myelofibrosis
    Di berikan dosis 15 mg, di minum 2 kali sehari
  3. Polycytemia vera dalam kasus pasien yang resistensipada hydroxyurea
    Dosis awal: di berikan dosis 10 mg

Efek Samping Jakavi

  • Anemia
  • Trombositopenia (berkurangnya jumlah sel-sel keping darah).
  • Gangguan pencernaan (mual, muntah, diare dan sembelit).
  • Dispenia (gangguan ritme jantung).

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap ruxolitnib
  • Wanita Hamil dan menyusui

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP3A4 kuat (boceprevir, clarithromycin, indinavir, itraconazole, lopinavir, ritonavir, nelfinavir, posaconazole, saquinavir, telaprevir, telithromycin, voriconazole)
  • Menurunkan konsentrasi plasma dengan induksi dari CYP3A4 (carbamazepine, phenobarbital, phenytoin, rifabutin, rifampicin)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Jakavi ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait