Sukses

Pengertian Ivermectin

Ivermectin adalah obat yang termasuk dalam golongan antiparasit. Obat ini dapat mengakibatkan parasit di dalam tubuh mengalami paralisis dan kematian. Ivermectin digunakan dalam pengobatan strongyloidiasis pada saluran usus karena infeksi parasit nematoda Strongyloides stercoralis dan pengobatan onchocerciasis karena infeksi nematoda parasit Onchocerca volvulus.

Keterangan Ivermectin

Berikut adalah beberapa hal mengenai Ivermectin:

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antelmintik; Antiparasit
  • Kandungan: Ivermectin 12 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 1 Botol @ 20 Tablet
  • Farmasi: Indofarma
  • Estimasi harga: Rp 6.160 - Rp 7.885 / tablet.

Kegunaan Ivermectin

Ivermectin digunakan dalam pengobatan strongyloidiasis pada saluran usus dan pengobatan onchocerciasis.

Dosis & Cara Penggunaan Ivermectin

Ivermectin termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Dosis akan disesuaikan dengan keparahan infeksi yang dialami dan berat badan pasien. Dosis Ivermectin secara umum adalah:

  • Strongyloidiasis: dosis yang direkomendasikan adalah dosis tunggal 200 mcg/kgBB.
  • Onchocerciasis: dosis yang direkomendasikan adalah dosis tunggal 150 mcg/kgBB. 
  • Interval dosis yang paling umum adalah 12 bulan.
  • Ivermectin diminum dengan segelas air pada saat perut kosong.

Cara Penyimpanan Ivermectin

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya matahari langsung.

Efek Samping Ivermectin

Ivermectin mungkin memiliki efek samping, meskipun tidak semua orang mengalaminya. Efek samping yang mungkin terjadi selama mengkonsumsi Ivermectin adalah:

  1. Strongyloidiasis
    • Kelelahan yang tidak biasa
    • Rasa tidak nyaman pada perut
    • Gangguan pencernaan: kehilangan nafsu makan, diare, mual, muntah, sembelit
    • Gangguan sistem saraf: pusing, mudah mengantuk, tremor
    • Kulit: ruam dan gatal-gatal
    • Kejang
    • Sakit kepala
    • Memburuknya asma
    • Stevens-Johnson syndrome
    • Peningkatan enzim di hati
    • Hepatitis
    • Peningkatan bilirubin.
  2. Onchocerciasis
    • Nyeri otot atau sendi
    • Pembesaran kelenjar getah bening
    • Ruam kulit, gatal-gatal, bengkak
    • Demam
    • Pusing, terutama saat beranjak dari duduk atau berbaring
    • Memburuknya asma
    • Stevens-Johnson syndrome
    • Kejang
    • Hepatitis
    • Peningkatan enzim di hati
    • Peningkatan bilirubin
    • Pembengkakan kelopak mata, konjungtivitis, mata berpasir dan nyeri, mata kemerahan, gangguan penglihatan.

Overdosis
Gejala yang mungkin akan timbul jika Ivermectin dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan adalah:

  • Ruam kulit, gatal-gatal
  • Pembengkakan pada tungkai, pergelangan tangan atau kaki
  • Sakit kepala, pusing, merasa mengantuk
  • Mual, muntah, diare, sakit perut
  • Pupil mata membesar
  • Sesak nafas
  • Limbung saat berjalan; aktivitas menurun; tremor; kelemahan yang tidak biasa; kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki; kejang.

Kontraindikasi
Ivermectin dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipesensitif dengan kandungan obat ini.

Interaksi Obat
Ada laporan peningkatan INR (International Normalized Ratio) ketika Ivermectin digunakan bersama dengan warfarin,

Keamanan Kehamilan
Kategori C. Ivermectin sebaiknya tidak digunakan pada ibu hamil selama belum ada penelitian yang mendukung mengenai keamanan penggunaan pada ibu hamil. 

Keamanan Menyusui
Ivermectin dieksresikan ke ASI dalam konsentrasi yang kecil. Konsultasikan dan sampaikan kondisi anda kepada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.