Sukses

Pengertian Interhistin

Interhistin adalah obat yang mengandung mebhydrolin sebagai zat aktifnya. Mebhydrolin adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, hidung berair, mata atau hidung gatal, bersin dan gatal-gatal. Interhistin bekerja dengan cara menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang menimbulkan reaksi alergi. Interhistin hanya digunakan untuk mengatasi gejala alergi bukan untuk mengobati penyebabnya. Interhistin memiliki 2 sediaan yaitu tablet dan sirup.

Keterangan Interhistin

  1. Interhistin Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin
    • Kandungan: Mebhydrolin 50 mg
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Interbat.
    • Harga: Rp 28.000 - Rp 70.000 / Botol.
  2. Interhistin Tablet:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin
    • Kandungan: Mebhydrolin 50 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Interbat.
    • Harga: Rp 8.000 - Rp 18.000 / Strip.

Kegunaan Interhistin

Interhistin digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, hidung berair, mata atau hidung gatal, bersin dan gatal-gatal.

Dosis & Cara Penggunaan Interhistin

Interhistin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan interhistin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Aturan penggunaan Interhistin secara umum adalah:

  • Dewasa: 100-300 mg per hari
  • Anak usia kurang dari 2 tahun: 50-100 mg per hari
  • Anak usia 2-5 tahun: 50 - 150 mg per hari
  • Anak usia 5 -10 tahun: 100-200 mg oer hari
  • Anak usia kurang dari 10 tahun: 100-300 mg per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Interhistin

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi interhistin adalah mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi (sembelit), mual, muntah, diare, mudah berkeringat, tremor (bergetar pada bagian tubuh), gangguan tidur, depresi, hipotensi (tekanan darah lebih rendah dari pada batas normal).

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Doxycyline
  • Pasien yang memiliki riwayat asma akut.
Artikel
    Penyakit Terkait