Sukses

Pengertian Imuran

Imuran adalah obat yang mengandung zat aktif azatioprine dan merupakan golongan obat imunosupressan. Imuran digunakan untuk menurunkan sistem imun agar tubuh dapat menerima benda asing dari luar tubuh, seperti transpaltasi organ ginjal. Azathioprine yang terkandung dalam Imuran bekerja dengan berubah menjadi 6-mercaptopurine dalam tubuh di mana ia memblokir metabolisme purin dan sintesis DNA.

Keterangan Imuran

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Imunosupressan
  • Kandungan: Azatioprine 50 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 25 tablet
  • Farmasi: Excella/ Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga: Rp. 208.000 - Rp. 330.000/ Strip

Kegunaan Imuran

Imuran digunakan untuk terapi imunosupressan pada pasien yang memiliki indikasi transplantasi organ ginjal, mengobati hepatitis, dan mengobati kondisi penyakit lain.

Dosis & Cara Penggunaan Imuran

Imuran merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan imuran juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Pencegahan penolakan transplantasi dan minimalkan toksisitas
    • Dosis awal: 3-5 mg / kg berat badan/ hari, dimulai saat transplantasi. Biasanya diberikan sebagai dosis harian tunggal pada hari, dan pada sebagian kecil kasus hingga 3 hari sebelum transplantasi. 
    • Dosis pemeliharaan: 1-3 mg / kg berat badan/ hari
  2. Pengobatan untuk kebanyakan kondisi
    • Dosis biasa: 2-2.5 mg / kg berat badan/ hari secara oral.
  3. Hepatitis aktif kronis
    • Dosis: 1-1,5 mg / kg berat badan/ hari per oral.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Imuran

Efek samping penggunaan Imuran yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan sistem pencernaan: mual, muntah, anoreksia (penurunan berat badan ektrim), pankreatitis (radang pankreas)
  • Tukak gastroduodenal (Luka pada lambung dan usus dua belas jari, pendarahan usus, nekrosis usus (kematian sel-sel usus)
  • Infeksi oportunistik (Infeksi yang disebabkan apabila sistem imun seseorang menurun)
  • Depresi sumsum tulang
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Anemia

Overdosis

  • Gejala: Pendarahan, infeksi yang tidak diketahui penyebabnya, memar, tukak tenggorokan, mual, muntah, diare, leukopenia ringan dan kelainan fungsi hati.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Transfusi darah mungkin diperlukan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap azatioprine, 6-merkaptopurin
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki riwayat Rheumatoid Arthritis yang sebelumnya sudah penah menggunakan obat golongan agen alkali

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Allopurinol
  • Sitostatika
  • Relaksan otot misalnya curare, d-tubocurarine, pancuronium
  • Warfarin
  • Furosemid
  • Vaksin
  • Vaksin pneumokokus polivalen

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan imuran ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Imuran terserap ke dalam ASI dengan kadar rendah; tidak disarankan untuk digunakan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait