Sukses

Pengertian  Ikadryl Flu

Ikadryl Flu merupakan obat yang mengandung Paracetamol, Diphenhydramine, Ammonium chloride, Pseudoephedrin, dan Natrium citrate. Kandungan Paracetamol yang dapat menurunkan demam dan membantu meringankan nyeri dan pusing. Diphenyhydramine yang berfungsi sebagai Anti alergi yang membantu mengatasi gejala hidung tersumbat, mata berair, hidung gatal. Pseudoephedrin juga dapat membantu mengatasi gejala hidung tersumbat. Sehingga Ikadryl Flu dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala flu yang disertai dengan batuk dan alergi.

Keterangan Ikadryl Flu

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Dekongestan, analgetik-antipiretik, antihistamin, ekspektoransia
  • Kandungan: Tiap 5 ml: Paracetamol 150 mg, Diphenhydramine 12.5 mg, Ammonium chloride 125 mg, Pseudoephedrin 15 mg, Natrium sitrat 50 mg.
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 100 mL; Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas
  • Harga: Rp 20.000 - Rp 40.000 / botol.

Kegunaan Ikadryl Flu

Ikadryl Flu digunakan sebagai obat untuk mengatasi flu dan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Ikadryl Flu

Aturan penggunaan Ikadryl Flu:

  • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun: diminum 3 kali sehari 10 mL
  • Anak-anak 6-12 tahun: diminum 3 kali sehari 5 mL.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25-30 derajat Celcius.

Efek Samping Ikadryl Flu

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ikadryl Flu, antara lain mengantuk, gangguan saluran pencernaan, insomnia, gelisah, tremor, takikardi, mulut kering, palpitasi, sulit buang air kecil. penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Ikadryl Flu
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati berat
  • Pasien dengan gangguan jantung dan diabetes melitus.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ikadryl Flu ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait