Sukses

Pengertian Hicholfen

Hicholfen adalah obat yang mengandung Fenofibrate sebagai zat aktifnya. Hicholfen merupakan obat yang dapat meningkatkan enzim untuk memecah lemak dalam darah. Fenofibrate termasuk golongan obat fibrat yang dapat menurunkan trigliserida pada orang dengan kadar trigliserida yang sangat tinggi dan dapat menurunkan risiko penyakit pankreatitis dan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Keterangan Hicholfen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen antilipidemia
  • Kandungan: Fenofibrate 300 mg; Fenofibrate 100 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 6 Kapsul
  • Farmasi: Harsen

Kegunaan Hicholfen

Hicholfen digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol (trigliserida) dalam tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Hicholfen

Hicholfen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Hicholfen juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita..

  1. Hipertrigliseridemia parah
    Dosis awal: 67 mg diminum 3 kali sehari atau 200 mg diminum 1 kali sehari . Dosis dapat diturunkan 67 mg diminum 2 kali sehari atau ditingkatkan menjadi 67 mg diminum 4 kali sehari
  2. Hiperlipidemia campuran
    Dewasa: Dosis awal 67 mg diminum tiga kali sehari atau 200 mg per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30°C, lindungi dari kelembapan.

Efek Samping Hicholfen

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Hicholfen adalah:

  • Alopesia (kebotakan)
  • Ruam pada kulit
  • Mual, muntah, diare, nyeri perut bagian atas
  • Sakit kepala, pusing
  • Nyeri otot, keram otot, kelelahan

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap fenofibrate.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Hicholfen ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait