Sukses

Pengertian Haldol Decanoas

Haldol Decanoas adalah obat antipsikotik yang diproduksi oleh PT. Janssen dan didaftarkan oleh PT. Soho Industri Pharmasi. Haldol Decanoas mengandung zat aktif Haloperidol yang digunakan untuk mengatasi gejala psikosis pada gangguan mental, seperti skizofrenia. Obat ini juga dapat membantu mengurangi gejala sindrom Tourette, seperti gerakan otot yang tidak terkontrol. Haldol Decanoas bekerja dengan mengembalikan keseimbangan zat kimia alami dalam otak, yakni neurotransmitter, sehingga dapat menimbulkan rasa tenang, meredakan kegelisahan, serta mengurangi perilaku agresif dan keinginan untuk menyakiti orang lain.

Keterangan Haldol Decanoas

  • Golongan: Obat Keras / Psikotropika
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Haloperidol
  • Bentuk: Ampul
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Dus, 5 Ampul @ 1 mL
  • Farmasi: PT. Janssen/ PT. Soho Industri Pharmasi
  • Harga: Rp. 125.000 - Rp. 300.000/ Ampul

Kegunaan Haldol Decanoas

Haldol Decanoas bermanfaat untuk mengatasi skizofrenia dan membantu mengurangi gejala sindrom Tourette, seperti gerakan otot yang tidak terkontrol.

Dosis & Cara Penggunaan Haldol Decanoas

Haldol Decanoas termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dosis awalnya: dosis 25-75 mg setiap hari. Maksimal: 100 mg setiap hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sebesar 50 mg sampai efek terapi yang optimal diperoleh.
  • Pasien lanjut usia dan pasien dalam kondisi lemah: dosis 12,5-25 mg diberikan setiap 4 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Haldol Decanoas

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Haldol Decanoas, yaitu:

  • Disfungsi ereksi
  • Gangguan siklus menstruasi
  • Keinginan untuk terus bergerak (akathisia)
  • Gangguan pada gerakan otot (distonia)
  • Gerakan tidak terkendali pada lidah, wajah dan bibir
  • Berat badan bertambah
  • Otot kaku
  • Gejala seperti penyakit Parkinson
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Badan lemas

Overdosis

  • Gejala: kekakuan otot, gemetar, tekanan darah rendah, dan sedasi. Dalam kasus yang ekstrim, dapat terjadi koma dengan depresi pernafasan, resiko gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pengobatan: Tidak ada obat penawar khusus. Pengobatan terutama bersifat suportif. Untuk pasien koma, jalan napas paten harus dibuat dengan menggunakan saluran napas orofaringeal atau pipa endotrakeal. Depresi pernapasan mungkin memerlukan pernapasan buatan.
    EKG dan tanda vital harus dipantau dan pemantauan harus dilanjutkan sampai EKG normal. Aritmia parah harus diobati dengan tindakan antiaritmia yang sesuai. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Depresi sistem saraf pusat
  • Penderita penyakit Parkinson
  • Lesi ganglia basal

Interaksi Obat
Interaksi obat yang timbul saat penggunaan Haldol Decanoas yaitu :

  • Penggunaan Haldol Decanoas bersama carbamazepine dan rifampisin dapat menurunkan kadar Haldol Decanoas didalam darah.
  • Penggunaan Haldol Decanoas bersama golongan diuretik dapat meningkatkan risiko aritmia (gangguan irama jantung).
  • Penggunaan Haldol Decanoas bersama clozapine dan chlorpromazine dapat meningkatkan kadar Haldol Decanoas didalam darah.

Kategori Kehamilan
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Perhatian Menyusui
Haldol Decanoas dapat diserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait