Sukses

Pengertian Griseofulvin

Griseofulvin merupakan obat ini diminum untuk membantu mengobati infeksi jamur pada kulit misalnya di lipatan-lipatan paha, serta kulit kepala. Selain itu, griseofulvin juga dapat digunakan untuk membantu infeksi jamur yang menyerang kuku kaki dan tangan. Griseofulvin bekerja dengan cara menghambat pembelahan sel jamur pada metafase dengan mengganggu struktur mitosis sel. Kemudian mengikat keratin manusia, sehingga membentuk tahan terhadap infeksi jamur. Selain itu, Griseofulvin juga dapat mengganggu produksi asam deoksiribonukleat (DNA) jamur.

Keterangan Griseofulvin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur.
  • Kandungan: Griseofulvin 125 mg; Griseofulvin 500 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Pharma Laboratories; Mulia Farma Suci; Kimia Farma; Phapros; Novapharin; Darya Varia Laboratoria; Indofarma.

Kegunaan Griseofulvin

Griseofulvin digunakan untuk membantu mengobati infeksi jamur pada kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Griseofulvin

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

Dewasa: 0.5-1 g / hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Durasi pengobatan: 2-8 minggu (infeksi rambut dan kulit), hingga 6 bulan (infeksi kuku), ≥12 bulan (infeksi kuku jari kaki).

Efek Samping Griseofulvin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Griseofulvin, yaitu:
1. Ruam kulit.
2. Urtikaria.
3. Gangguan Gastrointenstinal.
4. Mulut kering.
5. Perubahan rasa.
6. Sakit kepala.
7. Kandidiasis oral.
8. Fotosensitisasi atau sensitif terhadap cahaya.
9. Pusing.
10. Kebingungan.
11. Depresi, gangguan koordinasi, susah tidur, kelelahan.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan griseofulvin pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Penyakit hati akut, gagal hepatoseluler.
2. SLE dan porfiria.
3. Hipersensitif terhadap griseofulvin.
4. Kehamilan.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Griseofulvin :

  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral, fenilbutazon, obat penenang dan hipnotik, dan antikoagulan kumarin.
  • Penyerapan Gastrointenstinal menurun dengan barbiturat.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan griseofulvin ke dalam Kategori X:

Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait