Sukses

Pengertian Enbatic

Enbatic adalah sediaan topikal mengandung Bacitracin zinc dan Neomycin sulfate. Enbatic berfungsi untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, seperti luka bakar, luka karena operasi, pioderma (kulit bernanah) dan folikulitis (peradangan pada folikel rambut). Neomisin sulfat yang terkandung dalam Enbatic merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang mempunyai spektrum luas, sehingga neomisin dapat digunakan untuk infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Keterangan Enbatic

  1. Enbatic Serbuk

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Bakteri
    • Kandungan: Neomisin sulfat 5mg, bacitracin 250IU
    • Bentuk: Serbuk Tabur
    • Satuan Penjualan: Sachet
    • Kemasan: Box, 36 Sachet @ 3 gram
    • Farmasi: Erela
  2. Enbatic Salep
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Bakteri
    • Kandungan: Neomisin sulfat 5mg, bacitracin 250IU
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 10 gram
    • Farmasi: Erela

Kegunaan Enbatic

Enbatic berfungsi untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti luka bakar, luka karena operasi, pioderma (kulit bernanah) dan folikulitis (peradangan pada folikel rambut).

Dosis & Cara Penggunaan Enbatic

Enbatic termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Enbatic Serbuk
    • Dosis: 1 sachet ditaburkan atau dioleskan tipis - tipis pada bagian kulit yang membutuhkan sebanyak 2-4 kali sehari.
  2. Enbatic Salep
    • Dosis: Dioleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang terinfeksi 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Enbatic

Efek samping yang terjadi jika menggunakan Enbatic adalah:

  • Reaksi hipersensitivitas
  • Edema
  • Gatal 
  • Sensasi kulit terbakar

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki hipersensitifitas pada komposisi Enbatic.
  • Anak usia < 2 tahun.

Interaksi Obat

  • Toksisitas aditif bila diberikan bersamaan dengan obat neurotoksik, ototoksik, atau nefrotoksik.
  • Peningkatan blokade neuromuskuler dan kemungkinan depresi pernapasan bila diberikan bersamaan dengan agen penghambat neuromuskuler jika sejumlah besar neomisin diserap secara sistemik.

Overdosis

  • Gejala: Nefrotoksisitas dan ototoksisitas dapat terjadi, jika terserap secara sistemik dalam jumlah banyak.
  • Penatalaksanaan: Hentikan penggunaan produk dan pantau ketajaman pendengaran pasien, ginjal, fungsi neuromuskuler dan konsentrasi serum neomisin dan basitrasin. Hemodialisis (cuci darah) mungkin berguna dalam mengurangi kadar neomisin. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait