Sukses

Pengertian Dumolid

Dumolid adalah obat yang mengandung nitrazepam. Obat ini dikemas dalam bentuk tablet atau pil.

Kandungan Dumolid, yaitu nitrazepam, merupakan obat psikotropika golongan IV yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas GABA di otak sehingga memberikan rasa tenang dan rileks. Dumolid dapat menyebabkan ketergantungan.

Keterangan Dumolid

Sebelum penggunaan, perhatikan keterangan obat Dumolid berikut ini:

  • Golongan: Obat Psikotropika.
  • Kelas Terapi: Antipsikotik.
  • Kandungan: Nitrazepam 5 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Actavis.
  • Harga: -

Artikel Lainnya: Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Depresi

Kegunaan Dumolid

Pil Dumolid digunakan untuk terapi pengobatan pada beberapa kondisi berikut:

Dosis dan Cara Penggunaan Dumolid

Dumolid merupakan golongan obat psikotropika, sehingga harus menggunakan resep dokter.

Secara umum, aturan penggunaan Dumolid adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: sehari maksimum 1 tablet (5 mg), bila diperlukan tingkatkan dosis hingga 2 tablet (10 mg).
  • Lansia: sehari maksimum ½-1 tablet (2.5-5 mg).
  • Anak 6-14 tahun: sehari maksimum 1 tablet (5 mg).

Cara Penyimpanan Dumolid

Simpan pada suhu ruangan. Lindungi dari cahaya dan kelembapan.

Artikel Lainnya: 6 Jenis Terapi Kesehatan Mental yang Perlu Anda Tahu

Efek Samping Dumolid

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Dumolid meliputi:

  • Masalah keseimbangan atau koordinasi tubuh.
  • Masalah perilaku yang membutuhkan perhatian medis.
  • Gangguan darah dan sumsum tulang.
  • Perubahan libido.
  • Toleransi dosis.
  • Masalah pada penglihatan.
  • Mati rasa secara emosional.
  • Masalah pencernaan.
  • Penglihatan ganda.
  • Linglung.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mengantuk pada siang hari.

Overdosis

Penggunaan Dumolid yang melebihi dosis dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Mengantuk.
  • Kebingungan  
  • Ataksia (gangguan saraf).
  • Gangguan refleks.
  • Penyakit jantung.
  • Depresi pernapasan.
  • Hipotensi.
  • Dispnea (sesak napas).
  • Koma.

Bila terjadi overdosis, tenaga medis dapat melakukan tindakan bilas lambung yang mungkin bermanfaat jika dilakukan sesegera mungkin. Selain itu, flumazenil dapat diberikan.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Dumolid pada pasien dengan kondisi medis berikut:

  • Glaukoma sudut sempit.
  • Miastenia gravis.
  • Insufisiensi pernapasan berat.
  • Sleep apnea.
  • Gangguan hati berat.
  • Porfiria.

Artikel Lainnya: Kapan Penderita Insomnia Perlu Periksa ke Dokter?

Interaksi Obat

Dumolid sebaiknya tidak digunakan dengan obat-obatan berikut:

  • Analgesik.
  • Barbiturat. 
  • Obat penenang.
  • Anestesi.
  • Inhibitor enzim hati.
  • Hydantoin.
  • Rifampisin. 
  • Antiepileptics-antidepressant-antihistamine sedatif.
  • Antipsikotik.
  • Obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, hipnotik, induser enzim hati.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada hewan telah memperlihatkan adanya efek buruk pada janin. Namun, terkait risiko obat pada wanita hamil, belum ada penelitian yang adekuat. Obat diberikan hanya apabila manfaatnya melebihi risiko.

Peringatan Menyusui

Tidak direkomendasikan untuk digunakan pada wanita menyusui.