Sukses

Pengertian Denufam

Denufam merupakan salah satu nama obat dagang yang mengandung Famotidine. Denufam digunakan untuk membantu mengobati ulkus duodenum (luka pada saluran pencernaan) dan tumor lambung jinak. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri pada perut bagian atas yang disebabkan oleh naiknya jumlah asam lambung dan maag kronis. Denufam bekerja dengan mengurangi jumlah produksi asam lambung. 

Untuk membantu memaksimalkan efek dari Denufam, dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan/minuman yang mengandung peppermint, cokelat, makanan pedas, tomat, minuman beralkohol, kopi, dan minuman panas apa pun. Selain itu, Anda dianjurkan untuk menghindari makan dalam porsi besar agar gejala yang muncul tidak bertambah parah.

Keterangan Denufam

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks dan Antiulkus.
  • Kandungan: Famotidine 20 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Caprifarmindo Labs.

Kegunaan Denufam

Denufam digunakan untuk mengobati ulkus duodenum (luka pada saluran pencernaan), tumor lambung jinak, nyeri pada perut bagian atas, Sindrom Zollinger-Ellison (kondisi yang kompleks di mana satu atau lebih tumor terbentuk di pankreas Anda atau bagian atas dari usus kecil), dan mengobati penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (naiknya asam lambung menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada).

Dosis & Cara Penggunaan Denufam

Denufam Tablet merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Denufam Tablet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu. Dosis penggunaan Denufam:

  1. Untuk pengobatan lambung jinak dan ulkus dudenum
    • Pada dewasa: diminum 40 mg setiap hari sebelum tidur malam selama 4-8 minggu atau 20 mg, di minum 2 kali sehari. Dosis pemeliharaan: di berikan 20 mg saat sebelum tidur malam sebagai pencegahan.
    • Pada anak-anak usia 1-16 tahun: dosis awal diminum 0.5 mg// kg berat badan, diminum sekali sehari sebelum tidur malam atau terbagi dalam 2 dosis terbagi, maksimal 40 mg perhari.
  2. Untuk pengobatan nyeri ulu hati
    • Dewasa: diminum 10 mg sekali sehari atau dua kali sehari
  3. Untuk pengobatan sindrom Zollinger-Ellison.
    • Dewasa: dosis awal diminum 20 mg setiap 6 jam, dosis dapat ditingkatkan hingga 800 mg perhari bila diperlukan.
  4. Untuk pengobatan penyakit refluks-esofagus.
    • Dewasa: di berikan dosis 20 mg, di minum 2 kali sehari selama 6-12 minggu atau di berikan dosis hingga 40 mg, di minum 2 kali sehari bila ada ulkus esofagus. Dosis pemeliharaan: didi berikan dosis 20 mg, di minum 2 kali sehari untuk mencegah kambuh.
    • Anak-anak usia < 3 bulan: Di berikan dosis 0.5 mg/ kg berat badan, di minum sekali sehari.
    • Anak-anak usia 3 bulan-1 tahun: Di berikan dosis 0.5 mg/ kg berat badan, di minum 2 kali sehari.
    • Anak-anak usia >1 tahun-16 tahun: Di berikan dosis 0.5 mg/ kg berat badan, di minum 2 kali sehari maksimal 40 mg 2 kali sehari.

Efek Samping Denufam

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Denufam antara lain:

  • Sakit kepala atau pusing.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Jerawat.
  • Pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh).
  • Urtikaria/biduran.
  • Kulit kering.
  • Demam.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Nyeri muskuloskeletal (kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang).

Interaksi Obat

  • Antasida sedikit menurunkan bioavailabilitas famotidine.
  • Mungkin mengurangi konsentrasi serum ketokonazol dan itrakonazol.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Denufam ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait