Sukses

Pengertian Demacolin

Demacolin merupakan obat kombinasi yang biasanya digunakan untuk membantu mengurangi gejala flu, seperti demam, hidung tersumbat, sakit kepala, dan bersin-bersin.

Demacolin mengandung zat aktif paracetamol, pseudoefedrin HCl, dan klorfeniramin maleat sehingga dapat menyebabkan kantuk pada pasien.

Cara kerja obat Demacolin adalah meredakan rasa nyeri, menghentikan kerja zat kimia (histamin) yang diproduksi ketika tubuh mengalami alergi, serta mempersempit pembuluh darah untuk mengurangi hidung tersumbat.

Keterangan Demacolin

1. Demacolin Tablet


Golongan: Obat Bebas Terbatas
Kelas Terapi: Obat Flu dan Batuk
Kandungan: Paracetamol 500 mg, Pseudoephedrine HCl 7.5 mg, Chlorpheniramine Maleate 2 mg
Bentuk: Tablet
Satuan Penjualan: Strip
Kemasan: Strip @ 10 Tablet
Farmasi: Coronet Crown
Harga: Rp. 5.400 - Rp. 17.900 / Strip

2. Demacolin Sirup

Golongan: Obat Bebas Terbatas
Kelas Terapi: Obat Flu dan Batuk
Kandungan: Paracetamol 120 mg, Pseudoephedrine HCl 7.5 mg, Chlorpheniramine Maleate 1 mg
Bentuk: Sirup
Satuan Penjualan: Botol
Kemasan: Botol @ 60 mL
Farmasi: Coronet Crown
Harga: Rp. 15.000 - Rp. 22.000 / Botol

Artikel lainnya: Mitos-Mitos Tentang Flu yang Beredar dan Tak Perlu Anda Percaya

Kegunaan Demacolin

Demacolin digunakan untuk membantu untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin, serta sinusitis.

Dosis & Cara Penggunaan Demacolin

  1. Dosis Demacolin Tablet:
  • Dewasa: 1 tablet, diminum 3 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet, diminum 3 kali sehari.
  1. Dosis Demacolin Sirup:
  • Anak usia 2-5 tahun: 1 sendok takar (5mL), diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 2 sendok takar (10mL), diminum 3 kali sehari.

Konsumsi satu tablet Demacolin tiap kali gejala nyeri atau sakit muncul. Bila lebih dari 3 hari gejala tidak kunjung hilang, segera hentikan pemakaian obat dan konsultasikan ke dokter.

Cara penyimpanan: Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Hindari mengonsumsi alkohol pada saat menggunakan Demacolin.

Efek Samping Demacolin

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengonsumsi Demacolin adalah:

Bila terdapat gejala-gejala yang muncul setelah Anda mengonsumsi obat Demacolin, segera konsultasikan kepada dokter Anda.

Kontraindikasi Demacolin

Demacolin tidak boleh digunakan sembarangan, terutama oleh orang dengan kondisi di bawah ini:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Demacolin.
  • Memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain (misalnya: efedrin, fenilefrin, pseudoefedrin).
  • Memiliki tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas.
  • Orang usia (lansia).
  • Menjalani pengobatan dengan Monoamin Oksidase Inhibitor (MAO).
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati.

Artikel lainnya: Bolehkah Minum Obat Penurun Demam Saat Menyusui?

Interaksi Obat Demacolin

Interaksi obat dapat terjadi dan dapat mengubah kinerja obat ini, sehingga sebaiknya tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat lain, seperti:

  • Efedrin
  • Doxepin
  • Fluoroquinolon
  • Disulfiram
  • Atenolol
  • Cimetidine
  • Antipsikotik
  • Amitriptyline

Kategori Kehamilan

Badan Pengawasan Obat Amerika menyatakan kategori penggunaan obat Demacolin untuk ibu hamil termasuk kategori B, C, dan N berdasarkan komposisi substansi obat yang terkandung dalam Demacolin.

Peringatan Kehamilan

Berdasarkan kandungan obat yang ada di dalamnya, Demacolin termasuk aman dikonsumsi oleh ibu hamil, namun perlu pengawasan ketat dari dokter. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter kandungan terlebih dahulu. Obat diberikan hanya jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Demacolin mengandung zat aktif pseudoephedrine dan chlorpheniramine, sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Kedua zat aktif tersebut dapat menurunkan produksi ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait