Sukses

Pengertian Defamol

Defamol adalah obat yang diproduksi oleh Pabrik Pharmasi dan Kimia Dasa Esa Farma. Defamol mengandung Paracetamol yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan dapat menurunkan demam. Defamol hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit tapi tidak mengobati penyebab terjadinya sakit. Defamol bekerja dengan cara mengurangi produksi zat penyebab peradangan, yaitu prostaglandin. Dengan penurunan kadar prostaglandin di dalam tubuh, tanda peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang.

Keterangan Defamol

  1. Defamol Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip; Botol
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet; Botol Plastik @ 100 Tablet
    • Farmasi: Pabrik Pharmasi dan Kimia Dasa Esa Farma
  2. Defamol Sirup
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Pabrik Pharmasi dan Kimia Dasa Esa Farma

Kegunaan Defamol

Defamol digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan dapat menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Defamol

Defamol merupakan obat bebas sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep dokter.

  1. Defamol Kaplet
    • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-12 tahun: 1/2-1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
  2. Defamol Sirup
    • Anak usia 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia < 1 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), diminum 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Defamol

Efek samping penggunaan Defamol yang mungkin terjadi adalah penurunan fungsi hati jika digunakan dalam jangka panjang.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki hipersensitifitas Paracetamol.

Interaksi Obat
Pemakaian Defamol bersama obat-obat di bawah ini dapat memberikan Interaksi obat

  • Warfarin
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi) efektifitas paracetamol dapat menurun
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang) dapat menurunkan kensentrasi serum
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah) dapat meningkatkan absorbsi paracetamol
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal) dapat menurunkan absorbsi obat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Defamol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Defamol antara lain adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Artikel
    Penyakit Terkait