Sukses

Pengertian Co-Diovan

Co-Diovan adalah obat yang mengandung Valsartan dan hydrochlorothiazide. Valsartan digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Valsartan termasuk dalam kelas obat yang disebut angiotensin receptor blocker (ARB). Valsantran bekerja dengan relaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Hydrochlortizide adalah diuretik yang menyebabkan memproduksi lebih banyak urin. Hydrochlortizide membantu tubuh menyingkirkan garam ekstra dan air. Hydrochlortizide juga mengurangi cairan ekstra dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti, gagal jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal. Hal ini dapat mengurangi gejala seperti sesak napas atau bengkak di pergelangan kaki.

Keterangan Co-Diovan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihipertensi
  • Kandungan: Valsartan 80 mg, hydrochlorothiazide 12.5 mg; Valsartan 160 mg, hydrochlorothiazide 12.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 14 Tablet
  • Farmasi: Novartis Indonesia.

Kegunaan Co-Diovan

Co-diovan digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung dan juga mengurangi cairan ekstra dalam tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Co-Diovan

Co-diovan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Co-diovan juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Co-Diovan:
Dosis awal: 1 tablet (valsartan/hydrochlorothiazide 80/12.5 mg) diminum sehari sekali. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 320/25 mg jika dibutuhkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Co-Diovan

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Co-Diovan adalah:

  • Sakit kepala.
  • Dispepsia.
  • Diare.
  • Nyeri tungkai.
  • Infeksi saluran panas.
  • Pusing.
  • Lemah
  • Batuk dan mual. Jika gejala menetap atau bahkan memburuk segera hubungi dokter atau apoteker anda.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Co-diovan.
  • Gangguan hati berat, klirens kreatinin <30ml / menit, anuria, sirosis, obstruksi bilier, kondisi dimana terjadi peningkatan kehilangan kalium (misalnya nefropati kehilangan garam dan gangguan fungsi ginjal pra-ginjal), hipokalemia refrakter, hiponatremia, hiperkalsemia, hiperurisemia, riwayat batu asam urat dan asam urat, penyakit Addison yang tidak diobati.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan efek antihipertensi dengan kombinasi obat antihipertensi lainnya.
  • Menurunkan efek antihipertesi dan meningkatkan kerusakan ginjal jika digunakan bersamaan dengan obat analgesik nonsteroid

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Co-Diovan ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), takikardia (denyut jantung lebih tinggi dari normal), bradikardia (denyut jantung lebih rendah dari normal), gangguan sirkulasi, kelainan elektrolit (misalnya hipokalemia, hipokloremia, hiponatremia, dehidrasi).
  • Penatalaksanaan: Terapi bersifat simtomatik dan suportif. Efektivitas hemodialisis tidak diketahui.
Artikel
    Penyakit Terkait