Sukses

Pengertian Biozim

Biozim adalah sediaan injeksi yang mengandung zat aktif Ceftazidime. Biozim termasuk dalam golongan antibiotik sefalosporin yang berguna untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Biozim tersedia dalam bentuk sediaan injeksi, sehingga dalam penggunaannya harus dibantu oleh Tenaga Meds Propesional dan sesuai Anjuran dokter.

Keterangan Biozim

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Cephalosporin.
  • Kandungan: Ceftazidime 1 gram.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, Vial 1 gram + 1 Ampul Pelarut 10 mL.
  • Farmasi: Dankos Farma/ Otto Pharmaceuticasl.

Kegunaan Biozim

Biozim digunakan untuk mencegah infeksi bedah pada pasien yang menjalani operasi prostat, infeksi paru-paru Pseudomonal, infeksi tulang dan sendi, infeksi intra-abdominal dengan komplikasi, infeksi kulit dan struktur kulit, dan meningitis.

Dosis & Cara Penggunaan Biozim

Biozim merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Biozim juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Mencegah Infeksi Bedah pada Pasien yang Menjalani Operasi Prostat
    • Dewasa: diberikan dosis 1 g pada saat induksi anestesi, ulangi pemberian jika perlu setelah pengangkatan kateter. Diberikan melalui injeksi intramuskular dalam (disuntikkan melalui otot), injeksi intravena lambat selama 3-5 menit atau infus intravena hingga 30 menit.
    • Lansia usia > 80 tahun: Maksimal: diberikan dosis 3 g setiap hari.
  2. Infeksi Paru-paru Pseudomonal pada Fibrosis Kistik
    • Dewasa: diberikan dosis 100-150 mg / kgBB setiap 8 jam melalui injeksi intramuskular dalam (disuntikkan melalui otot), injeksi intravena lambat selama 3-5 menit atau infus intravena selama 30 menit. Maksimal: 9 g setiap hari.
    • Anak dengan berat badan <40 kg: diberikan dosis 150 mg / kgBB setiap hari dalam 3 dosis terbagi. Maksimal: 6 g setiap hari.
    • Lansia usia > 80 tahun: Maksimal: diberikan dosis 3 g setiap hari.
  3. Infeksi Tulang dan Sendi, Infeksi Intra-abdominal dengan Komplikasi, Infeksi Kulit dan Struktur Kulit
    • Dewasa: diberikan dosis 1-2 g setiap 8 jam melalui injeksi intramuskular dalam (disuntikkan melalui otot), injeksi intravena lambat selama 3-5 menit atau infus intravena selama 30 menit.
    • Anak dengan berat badan <40 kg: diberikan dosis 100-150 mg / kgBB setiap hari dalam 3 dosis terbagi. Maksimal: 6 g setiap hari.
    • Lansia usia > 80 tahun: Maksimal: diberikan dosis 3 g setiap hari.
  4. Bakterial meningitis, terapi empiris untuk pasien-pasien neutropenik demam, pneumonia nosokomial
    • Dewasa: diberikan dosis 2 g setiap 8 jam melalui injeksi intramuskular dalam (disuntikkan melalui otot), injeksi intravena lambat selama 3-5 menit atau infus intravena selama 30 menit.
    • Anak berat badan <40 kg: diberikan dosis 150 mg / kgBB setiap hari dalam 3 dosis terbagi. Maksimal: 6 g setiap hari.
    • Lansia usia > 80 tahun: Maksimal: 3 g setiap hari.
  5. Infeksi saluran kemih dengan komplikasi
    • Dewasa: diberikan dosis 1-2 g setiap 8-12 jam melalui injeksi intramuskular dalam (disuntikkan melalui otot), injeksi intravena lambat selama 3-5 menit atau infus intravena selama 30 menit.
    • Anak berat badan <40 kg: diberikan dosis 100-150 mg / kgBB setiap hari dalam 3 dosis terbagi. Maksimal: 6 g setiap hari.
    • Lansia usia > 80 tahun: Maksimal: 3 g setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25°C. Lindungi dari cahaya matahari langsung.

Efek Samping Biozim

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Biozim, antara lain:

  • Nyeri di tempat injeksi
  • Ruam Kulit
  • Gatal
  • Demam
  • Mual
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Mengantuk

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Biozim pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif (reaksi alergi) terhadap seftazidim atau sefalosporin lain.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan nefrotoksisitas aminoglikosida.
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG (Vaksin untuk Tuberkulosis), vaksin tifoid (Vaksin untuk mencegah demam tifoid), Na picosulfate (Obat untuk sembelit).
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vitamin K (misalnya Warfarin).
  • Dapat meningkatkan kadar serum dengan probenesid (obat untuk meningkatkan eksreksi asam urat dalam urine).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Biozim ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Pemberian Biozim yang melebihi dosis yang diresepkan akan menimbulkan gejala, seperti aktivitas kejang, ensefalopati, asterixis, rangsangan neuromuskuler, koma.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan terapi simtomatik dan suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional). Jika mengalami insufisiensi ginjal, terapi hemodialisis atau dialisis peritoneal dapat membantu dalam mengeliminasi obat dari tubuh.

 

Artikel
    Penyakit Terkait