Sukses

Pengertian Betaver

Betaver adalah obat yang mengandung Betahistine Mesilate yang digunakan untuk mengobati vertigo, tinitus (telinga berdenging) dan gangguan pendengaran yang terkait dengan penderita meniere (kelainan yang terjadi pada telinga bagian dalam). Betaver bekerja dengan cara mengurangi tekanan di telinga dalam dan melebarkan pembuluh darah di telinga bagian dalam. Betaver diproduksi oleh Pyridam Farma dalam bentuk tablet.

Keterangan Betaver

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antivertigo
  • Kandungan: Betahistine Mesilate 6 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pyridam Farma

Kegunaan Betaver

Betaver digunakan untuk mengobati vertigo, tinitus.

Dosis & Cara Penggunaan Betaver

Betaver merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Betaver juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis awal: 1-2 tablet, diminum 4 kali sehari atau 3 tablet diminum 2 kali sehari, disesuaikan menurut respons individu.
  • Dosis pemeliharaan: 1-2 tablet diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan di bawah suhu 25°C. Lindungi dari kelembaban dan cahaya matahari langsung.

Efek Samping Betaver

Efek samping penggunaan Betaver yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Pencernaan yang terganggu
  • Perut kembung atau sakit
  • Kelelahan
  • Sakit kepala, pusing
  • Mengantuk

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada penderita Pheochromocytoma (tumor langka kelenjar adrenal).

Interaksi obat

  • Konsentrasi serum dapat ditingkatkan oleh MAOI (misalnya: Selegiline).
  • Efek terapi dapat dikurangi jika diberikan bersamaan dengan antihistamin.
  • Dapat mengurangi efek bronkodilator agonis β2.

Overdosis

  • Pemberian Betaver yang melebihi dosis yang diresepkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, mengantuk, sakit perut, kejang, komplikasi paru atau jantung.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan terapi suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional).
Artikel
    Penyakit Terkait