Sukses

Pengertian Azivol

Azivol adalah obat yang mengandung azithromycin, diproduksi oleh Novell. Azivol digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Penggunaan Azithromycin harus dihabiskan, jika tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) dan menurunkan efektifitas kerja obat.

Keterangan Azivol

  1. Azivol Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Azithromycin 500 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: PT Novell Pharmaceutical Lab.
  2. Azivol Vial
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Azithromycin 500 mg
    • Bentuk: Serbuk Injeksi
    • Satuan penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, Vial @ 500 mg
    • Farmasi: PT Novell Pharmaceutical Lab.

Kegunaan Azivol

Azivol digunakan sebagai antibiotik untuk membantu mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernafasan, infeksi kelamin tidak berkomplikasi karena Chlamydia, pencegahan penyebarluasan infeksi Mycobacterium Avium Complex (MAC), gonore/kencing nanah tidak berkomplikasi, Imunisasi aktif terhadap demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi, granuloma inguinale (suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin).

Dosis & Cara Penggunaan Azivol

Azivol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Azivol juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Azivol injeksi harus dilakukan oleh tenaga medis

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah, infeksi kulit ringan & sedang: 500 mg sebagai dosis tunggal pada hari pertama, dilanjutkan dengan 250 mg dosis tunggal selama 2 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan di bawah suhu 30°C.

Efek Samping Azivol

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Azivol adalah:

  • Gangguan penglihatan dan iritasi, tuli, pusing, sakit kepala, kelelahan
  • Anoreksia: gangguan berupa penurunan nafsu makan yang berlebihan
  • Pembengkakan wajah, pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang), ruam, urtikaria/ biduran, arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi)
  • Gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare.sembelit).
  • Dysgeusia (kondisi yang ditandai oleh distorsi rasa dalam indera pengecap, di mana seseorang mengalami perubahan rasa saat mengecap makanan atau minuman).
  • Hidung tersumbat, sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus).
  • Parestesia (sensasi abnormal berupa kesemutan, tertusuk, atau terbakar pada kulit yang umumnya dirasakan di tangan, kaki, lengan, dan tungkai).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Azivol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap antibiotik golongan makrolida.
  • Memiliki riwayat ikterus kolestatik disfungsi hati setelah penggunaan antibiotik sebelumnya.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Azivol:

  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum digoxin, siklosporin, terfenadin, hexobarbital dan fenitoin.
  • Menurunkan tingkat penyerapan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.
  • Meningkatkan risiko toksisitas (racun) ergot.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Azivol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Pemberian Azivol yang melebihi dosis yang diresepkan akan menimbulkan gejala, seperti diare, gangguan pendengaran yang reversibel, mual dan muntah yang parah.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan tindakan terapi simtomatik dan suportif seperlunya (dibantu oleh tenaga medis profesional).
Artikel
    Penyakit Terkait