Sukses

Pengertian Apetic

Apetic adalah obat yang mengandung Paracetamol. Apetic digunakan untuk menurunkan demam, demam yang menyertai flu, demam setelah vaksinasi atau imunisasi, serta digunakan untuk meringankan rasa sakit (seperti sakit kepala dan sakit gigi).

Keterangan Apetic

Berikut adalah beberapa keterangan mengenai Apetic, dari golongan hingga estimasi harga obat:

  1. Apetic Suspensi
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) & antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Lapi Laboratories
    • Harga: Rp 27.500 - 40.000 / Botol.
  2. Apetic Drop
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) & antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 100 mg
    • Bentuk: Drops
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 15 ml
    • Farmasi: Lapi Laboratories
    • Harga: Rp 25.000 - 35.000 / Botol.
  3. Apetic Forte
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) & antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 250 mg
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Lapi Laboratories
    • Harga: Rp 27.500 - 41.000 / Botol.

Kegunaan Apetic

Apetic digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri (seperti sakit kepala dan sakit gigi).

Dosis & Cara Penggunaan Apetic

Aturan penggunaan Apetic secara umum adalah:

  • Apetic Suspensi
    • Anak usia 0-1 tahun: 2.5 ml
    • Anak usia 1-2 tahun: 5 ml
    • Anak usia 2-6 tahun: 5-10 ml
    • Anak usia 6-9 tahun: 10-15 ml
    • Anak usia 9-12 tahun: 15-20 ml
    • Digunakan 3-4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.
  • Apetic Drops
    • Anak 2 bulan-12 tahun: 10–15 mg/kgBB, tiap 4–6 jam sekali atau sesuai anjuran dokter. 
    • Anak < 2 bulan: 10–15 mg/kgBB, tiap 6–8 jam sekali atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Apetic Forte
    • Anak usia 6-12 tahun: 5-10 ml
    • Anak usia di atas 12 tahun: 10 ml
    • Digunakan 3-4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Apetic

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Nyeri dan sensasi terbakar diarea injeksi
  • Mual, muntah
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Ruam
  • Kulit kemerahan
  • Gatal.

Overdosis
Penggunaan Paracetamol yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala pucat, mual, muntah, gangguan makan, nyeri perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam overdosis: kerusakan hati dapat terlihat, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal), tekanan darah rendah, edema serebral, gangguan irama jantung, dan pankreatitis.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap paracetamol
  • Gangguan hati berat atau penyakit hati.

Interaksi Obat
Pemakaian Paracetamol bersama obat-obat dibawah ini dapat memberikan interaksi obat:

  • Warfarin
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi) efektifitas paracetamol dapat menurun
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang) dapat menurunkan kensentrasi serum
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah) dapat meningkatkan absorbsi paracetamol
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal) dapat menurunkan absorbsi obat.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Paracetamol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Keamanan Menyusui
Paracetamol tergolong aman digunakan oleh ibu menyusui, namun perhatikan dosis anjuran.

Artikel
    Penyakit Terkait