Sukses

Pengertian Altofen

Altofen adalah obat pereda nyeri yang diproduksi oleh PT. Sanbe Farma. Altofen mengandung Ketoprofen yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan akibat penyakit rematik, serta masalah pada otot dan persendian lainnya, seperti penyakit rematik, asam urat atau gout, otot tegang atau keseleo, dan artritis. Altofen juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit setelah operasi dan bagi wanita untuk meringankan rasa sakit hebat akibat menstruasi.

Keterangan Altofen

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)
  • Kandungan: Ketoprofen 50 mg /ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Altofen

Altofen digunakan untuk membantu meringankan rasa nyeri ringan sampai berat.

Dosis & Cara Penggunaan Altofen

Altofen termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

  • Nyeri sendi, nyeri otot, atau nyeri pasca operasi ortopedi
    Dosis: 5-100 mg, tiap 4 jam diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot). Maksimal 200 mg per hari, selama 3 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 25°C, hindarkan dari cahaya.

Efek Samping Altofen

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Altofen adalah mag, mual, perut kembung, sakit perut, diare, sembelit, pusing, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, pembengkakan kedua tungkai, sariawan, ruam kulit, insomnia (sulit tidur), sesak napas, serangan jantung.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian kepada pasien yang memiliki stroke, jantung, gangguan lambung, dan pendarahan saluran cerna.

Interaksi obat:

  • Mengurangi efektivitas obat antihipertensi.
  • Meningkatkan risiko perdarahan pada saluran pencernaan jika dikombinasikan dengan kortikosteroid dan warfarin.
  • Meningkatkan risiko gagal ginjal jika digunakan dengan obat diuretik.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Altofen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Altofen ke dalam Kategori D (Untuk kehamilan trimester 3):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis:
Gejala overdosis Ketoprofen antara lain mengantuk, nyeri epigastrium, lesu, mual, dan muntah, koma, disorientasi, pusing, eksitasi, pingsan, sakit kepala, tinnitus, diare (jarang terjadi) dan kadang-kadang kejang.

Artikel
    Penyakit Terkait