Sukses

Pengertian Acetensa

Acetensa adalah obat yang mengandung losartan sebagai zat aktifnya. 

Obat Acetensa digunakan untuk membantu menangani hipertensi dan nefropati diabetik pada diabetes melitus tipe 2. Acetensa juga dapat digunakan dalam terapi gagal jantung.

Keterangan Acetensa

Sebelum digunakan, bacalah keterangan obat Acetensa berikut ini.

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kalas Terapi: Antagonis Angiotensin II.
  • Kandungan: Losartan 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.
  • Harga: Rp 163.000 - Rp 170.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Apakah Dada Kiri Sakit Selalu Gejala Penyakit Jantung?

Kegunaan Acetensa

Acetensa digunakan untuk membantu mengatasi hipertensi, nefropati diabetik pada diabetes tipe 2, dan gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Acetensa

Acetensa termasuk obat keras. Oleh karena itu, pasien hanya dapat menggunakan obat ini dengan seizin dan resep dokter.  

Secara umum, dosis obat Acetensa adalah sebagai berikut.

  • Diminum 1 kali sehari 1 tablet (50 mg).
  • Dosis dapat ditingkatkan sampai 100 mg sekali sehari.

Cara Penyimpanan Acetensa

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Jangan Lengah, Hipertensi Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Efek Samping Acetensa

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Acetensa, antara lain:

  • Diare.
  • Dispepsia.
  • Nyeri punggung dan kaki.
  • Kram otot.
  • Nyeri otot.
  • Hidung tersumbat.
  • Insomnia.

Overdosis

Penggunaan Acetensa yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala berikut:

Jika terjadi overdosis, pasien harus lekas dibawa ke rumah sakit. 

Kontraindikasi

Obat Acetensa tidak boleh diberikan pada pasien dengan berbagai kondisi berikut:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap losartan.
  • Memiliki gangguan ginjal. 
  • Wanita hamil.

Artikel Lainnya: 10 Negara dengan Penderita Hipertensi Paling Sedikit di Dunia

Interaksi Obat

Penggunaan Acetensa sebaiknya tidak dilakukan bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Fluconazole.
  • Rifampicin.
  • Losartan.
  • Obat-obatan antiinflamasi nonsteroid.
  • Diuretik hemat kalium.

Kategori Kehamilan

Kategori D: Ada bukti positif bahwa obat ini dapat berisiko pada janin manusia. Namun, pada beberapa kasus, manfaat obat lebih banyak dibandingkan risikonya.  

Artikel
    Penyakit Terkait