Saraf

Kebiasaan yang Jadi Pantangan Pasien Saraf Kejepit

dr. Zicky Yombana, Sp.S, 02 Des 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pasien saraf kejepit tidak hanya perlu menjalani terapi untuk mengatasi kondisinya. Pasien juga wajib menghindari 11 pantangan berikut ini agar keluhan tidak kambuh.

Kebiasaan yang Jadi Pantangan Pasien Saraf Kejepit

Saraf kejepit atau HNP (Hernia Nucleus Pulposus) adalah kondisi ketika serabut saraf terjepit oleh jaringan yang ada di sekitarnya. Jika dianalogikan, kondisi ini seperti kabel listrik yang terhimpit oleh benda yang menimpanya.

Gejala saraf kejepit yang paling sering dikeluhkan adalah nyeri. Namun, saraf terjepit bisa juga ditandai dengan gejala lain tergantung saraf mana yang terkena, seberapa parah tekanan yang terjadi pada saraf, dan seberapa lama kondisi ini berlangsung.

Perlu kamu ketahui bahwa ada 3 komponen saraf, yakni motorik (gerak), sensorik (rasa), dan autonom (pengatur keringat, buang air kecil, dan buang air besar). Jika saraf yang terjepit adalah komponen saraf motorik, maka gejala yang muncul bisa berupa gangguan pada kemampuan gerak tubuh.

Pada kasus ringan, dokter spesialis saraf akan memberikan obat-obatan, fisioterapi dan pemasangan korset atau penyangga leher untuk meredakan gejalanya. Bila tidak efektif, akan direkomendasikan tindakan minimal invasif, seperti blok saraf atau injeksi.

Jika prosedur tersebut tidak juga ampuh, tindakan operasi menjadi pilihan pengobatannya. Akan tetapi, semua pengobatan tersebut akan percuma jika si pasien tidak mengubah kebiasaan-kebiasaan yang menjadi penyebab saraf terjepit.

Nah, kebiasaan-kebiasaan yang terkesan sepele yang menjadi pantangan dan perlu dihindari pasien saraf kejepit, di antaranya:

Artikel Lainnya: Tanda-tanda dan Gejala Saraf Kejepit yang Mesti Anda Waspadai

1. Posisi Menunduk

Saraf kejepit paling sering terjadi di sekitar leher dan pinggang bawah. Alasannya, karena area ini paling mudah bergerak, terpuntir, atau terhentak.

Terjepitnya saraf di sekitar leher bisa terjadi karena kebiasaan menunduk dalam jangka waktu lama, misalnya saat menulis, menyulam, atau bermain gadget.

Jika pasien masih saja melakukan kebiasaan ini, saraf terjepit bisa kembali kambuh. Jadi, hindari posisi ini apalagi jika dilakukan jangka waktu yang lama.

2. Membunyikan Sendi

Apakah kamu sering membunyikan sendi sekitar leher atau pinggang? Sekilas hal ini terlihat sepele, tapi ternyata jika dilakukan dalam jangka panjang bisa berkontribusi pada kondisi saraf terjepit.

Itulah sebabnya, kebiasaan ini menjadi pantangan untuk pasien saraf kejepit. Saat sendi dibunyikan “kretek-kretek”, bisa terjadi pergeseran pada bantalan tulang. Kondisi ini nantinya bisa menyebabkan penekanan pada saraf di sekitar.

Jadi, mulai dari sekarang hindari kebiasaan membunyikan sendi, ya!

3. Membawa Tas Selempang

Kebiasaan yang menjadi larangan untuk pasien saraf kejepit selanjutnya adalah memakai tas selempang atau disanggah pada satu pundak maupun tangan. Jenis tas ini biasanya sering dipilih oleh wanita.

Menggunakan tipe tas ini bisa memberikan beban pada bahu atau lengan tangan kamu. Beban ini pada akhirnya memberikan tekanan pada saraf di sekitarnya.

Jika tas yang dibawa semakin berat, semakin besar tekanan yang diterima saraf. Kondisi ini akhirnya bisa membuat otot kaku yang berakibat perubahan struktur jaringan sekitar sehingga saraf terpengaruh.

Sebagai gantinya, kamu lebih baik memilih tas punggung atau tas yang dijinjing oleh tangan.

Artikel Lainnya: Gaya Renang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit

4. Memakai Bantal Terlalu Tinggi atau Lebih dari Satu

Tidak cuma tipe tas yang digunakan, kebiasaan tidur juga bisa berpengaruh pada kesehatan saraf. Tidur menggunakan lebih dari satu bantal atau bantal yang terlalu tinggi bisa membuat posisi leher menekuk. Hal ini berpengaruh pada kondisi saraf di sekitar leher tersebut.

Apalagi, tidur menghabiskan waktu berjam-jam. Hal tersebut dapat menyebabkan penekanan pada saraf dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, saraf kejepit bisa kembali kambuh.

Jadi, gunakan saja satu bantal yang empuk dan nyaman. Penggunaan bantal juga disarankan dimulai dari bahu, bukan hanya menyangga bagian kepala saja.

5. Memakai High Heels

Memakai High Heels

Ungkapan “beauty is pain” memang ada benarnya. Kalimat tersebut merujuk pada penggunaan sepatu high heels yang mendukung penampilan wanita jadi tinggi semampai. Memang terlihat cantik, tapi ada dampak buruk jika kamu keseringan menggunakan high heels.

Selain membuat kaki pegal, kebiasaan menggunakan sepatu hak tinggi juga bisa meningkatkan risiko saraf kejepit. Hal ini bisa terjadi karena sepatu tinggi akan mengubah postur sepanjang tulang belakang mulai dari pinggang bawah sampai leher.

Kesimpulannya, pasien dengan saraf kejepit dilarang menggunakan high heels. Gunakan sepatu dengan hak rendah dan ukurannya sesuai.

6. Duduk dengan Posisi Merosot

Pada pasien saraf kejepit di area punggung bawah, kebiasaan duduk yang buruk bisa menyebabkan keluhan kambuh. Postur duduk yang dimaksud adalah duduk dengan posisi tubuh merosot.

Kebiasaan yang menjadi pantangan penderita saraf terjepit ini tidak hanya buruk untuk kesehatan saraf, tapi juga tulang belakang dan otot-otot di sekitarnya.

Lantas, baiknya duduk seperti apa? Kamu disarankan untuk duduk dengan posisi tegap. Letakkan bokong kamu di bagian belakang alas duduk, bukan di tengah maupun di depan, kemudian bersandar secukupnya.

7. Meletakan Dompet di Saku Belakang

Posisi duduk yang buruk tidak cuma terjadi karena posisi bokong yang tidak tepat dan tubuh yang bersandar terlalu berlebihan. Hal yang sama juga bisa terjadi bila kamu mengantongi dompet tebal di saku belakang.

Kebiasaan ini sangat umum dilakukan pria dan tampaknya tidak disadari memberikan efek buruk bagi kesehatan. Ganjalan saat duduk ini bisa memaksa panggul dan tulang belakang keluar dari posisinya.

Akhirnya saraf skiatika bisa terjepit dan tentu orang yang punya saraf terjepit akan kambuh kembali kondisinya. Untuk itu, hindari kebiasaan ini dengan memindahkan dompet ke saku depan atau kamu bisa mengeluarkan dompet dari saku celana belakang saat akan duduk.

Artikel Lainnya: Mengalami Saraf Kejepit, Bisakah Disembuhkan?

8. Mengambil Benda dengan Posisi Bungkuk

Kebiasaan sepele tapi bisa jadi bumerang untuk pasien saraf kejepit adalah mengambil benda dengan posisi tubuh membungkuk. Hal ini dilarang karena dapat memengaruhi posisi tulang punggung.

Jadi, saat ingin mengambil barang, kamu baiknya menekuk kedua lutut. Gunakan lutut sebagai tumpuan, baik untuk mengambil atau menurunkan benda.

9. Memakai Sepatu dengan Posisi Bungkuk

Sama seperti kebiasaan sebelumnya, memakai sepatu dengan posisi tubuh membungkuk bisa memengaruhi kesehatan tulang belakang. Pada pasien saraf kejepit, kebiasaan ini bisa membuat gejalanya kembali kambuh jika sering dilakukan.

Baiknya, cari tempat duduk ketika akan menggunakan sepatu sehingga postur tubuh tidak perlu membungkuk.

Bisa juga dengan mengangkat kaki saat sepatu digunakan, tanpa harus membungkukkan tubuh. Cara ini bisa diterapkan pada jenis sepatu mudah digunakan.

Artikel Lainnya: Macam-Macam Penyakit Saraf yang Mungkin Terjadi

10. Bangun Tidur Langsung Posisi Sit Up

Kebiasaan bangun tidur pada pasien saraf kejepit juga harus diperhatikan. Pasalnya, memposisikan tubuh sit up ketika bangun tidur menjadi salah satu pantangan yang perlu dihindari.

Sebagai alternatif, kamu sebaiknya menyampingkan tubuh terlebih dahulu. Kemudian, barulah beranjak ke posisi duduk dan bangun dari tidur.

11. Olahraga Angkat Beban

Pantangan penderita saraf terjepit lainnya adalah mengangkat benda-benda berat, termasuk dalam hal olahraga.

Olahraga memang menyehatkan untuk tubuh, tapi pilihan olahraga yang tidak tepat bisa memperparah kondisi saraf yang terjepit. Jenis olahraga yang masuk dalam pantangan penderita saraf terjepit adalah latihan beban, lari, melompat, yoga yang melibatkan gerakan head stand.

Sebagai alternatif, pasien boleh memilih olahraga berenang. Jenis olahraga ini bisa menjadi bagian dari terapi pengobatan sekaligus pencegahan saraf kejepit.

Artikel Lainnya: Manfaat Kencur untuk Redakan Nyeri Saraf Kejepit

Berdasarkan penjelasan di atas, pantangan untuk pasien saraf terjepit lebih berpusat pada kebiasaan dalam beraktivitas yang bisa mengubah struktur tubuh.

Lantas, adakah makanan yang harus dihindari penderita saraf kejepit?

Pantangan saraf kejepit yang utama lebih menitikberatkan pada kebiasaan terkait postur tubuh. Namun, perlu ditekankan bahwa untuk mencapai kesehatan tubuh yang optimal perlu pula dukungan kebiasaan yang baik, seperti tidak merokok, tidak begadang, dan membatasi makanan tidak sehat.

Apalagi, jika pasien memang memiliki masalah kesehatan lain. Perubahan gaya hidup lebih sehat bisa membantu meningkatkan kualitas hidupnya.

Artikel Lainnya: Setop Kebiasaan Ini Jika Tak Mau Kesehatan Saraf Tepi Terganggu

Sudah paham apa saja pantangan yang wajib dihindari penderita saraf kejepit? Coba kembali kamu ingat-ingat, apakah kebiasaan sehari-hari yang kamu lakukan sudah benar atau belum. Jika belum, perbaiki mulai dari sekarang, ya!

Pengobatan saraf kejepit akan efektif jika ada kerja sama antara pasien dan dokternya. Jika dokter sudah melakukan perawatan untuk meminimalkan gejala, maka pasien juga punya tanggung jawab besar untuk menjaga tubuhnya tetap sehat. Itu artinya, pasien harus menghindari berbagai pantangan penderita saraf terjepit.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar saraf kejepit, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf. Kamu juga bisa menggunakan layanan konsultasi di aplikasi KlikDokter.

Yuk #JagaSehatmu dari sekarang dengan menjaga postur tubuh tetap ideal dalam menjalani kegiatan sehari-hari!

(APR/JKT)

Saraf Terjepit
  • American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses 2022. Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve). 
  • StatPearls Publishing. Diakses 2022. Nucleus Pulposus Herniation.