Reproduksi

Mengenal Perbedaan PCOS dan PCOD pada Wanita

Endah Murniaseh, 25 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Meski sama-sama mengganggu kesehatan ovarium, PCOD dan PCOS merupakan dua kondisi yang berbeda. Kenali perbedaan PCOD dan PCOS lewat ulasan berikut

Mengenal Perbedaan PCOS dan PCOD pada Wanita

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah Polycystic Ovarian Disease (PCOD)?

Keduanya sama-sama menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu kesehatan ovarium. Penyebab PCOD dan PCOS diyakini karena hormon yang tidak seimbang dan pengaruh genetik. 

Menurut Pace Hospital, sebanyak 10 persen wanita di dunia mengalami PCOD. Sementara itu, sebanyak 0,2–2,5 persen wanita di seluruh dunia menderita PCOS.

Lantas, apa saja perbedaan PCOD dan PCOS? Untuk mengetahuinya, simak uraian di bawah ini.

1 dari 3

Mengenal Perbedaan PCOD dan PCOS

PCOD merupakan kondisi yang terjadi saat indung telur menghasilkan sel telur yang belum matang dalam jumlah banyak. Seiring dengan berjalannya waktu, hal tersebut bisa berubah menjadi kista ovarium

PCOD menyebabkan ovarium membesar dan mengeluarkan hormon pria (androgen). Kadar androgen yang besar pada wanita dapat memberikan efek samping, seperti kemandulan, siklus haid tidak teratur, rambut rontok, dan peningkatan berat badan secara tidak normal.

PCOD terjadi karena gaya hidup tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), stres, dan ketidakseimbangan hormon.

Artikel Lainnya: Diabetes Bisa Picu Masalah Seksual pada Wanita

Sementara itu, PCOS adalah gangguan metabolisme dan merupakan bentuk PCOD yang lebih parah. PCOS dapat menyebabkan anovulasi, di mana ovarium berhenti melepaskan sel telur. 

PCOS bisa membuat wanita tidak mengalami haid selama beberapa periode. Kondisi ini pun bisa membuat ovulasi tidak teratur, sehingga kehamilan lebih sulit terjadi. 

Tak berhenti di situ, PCOS juga bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan lain, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kanker endometrium.

2 dari 3

Dampak PCOD dan PCOS pada Kehamilan

Menurut dr. Devia Irine Putri, PCOD merupakan gangguan hormonal yang tidak sampai menyebabkan masalah kesuburan. 

“PCOD hanya gangguan hormon tidak seimbang, sehingga bisa diatasi dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat,” kata dr. Devia.

Penderita PCOD masih dapat berovulasi dan hamil, dengan perawatan yang tepat.  Melalui perencanaan kehamilan dan konsultasi rutin dengan dokter kandungan, penderita PCOD juga bisa menghindari risiko komplikasi selama hamil.

Di sisi lain, PCOS membuat wanita sulit untuk hamil. Hal ini karena PCOS menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur. 

Jika pun penderita PCOS berhasil hamil, mereka lebih berisiko mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan komplikasi kehamilan lainnya. 

Artikel Lainnya: Penyebab Wanita Sulit Hamil

3 dari 3

Pengobatan untuk PCOD dan PCOS

Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi PCOD. Namun, penderita kondisi tersebut dapat mengatasi keluhan yang dialami dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. 

Pola hidup sehat yang dimaksud adalah meraih dan mempertahankan berat badan ideal, menerapkan diet sehat dan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga.

Sementara itu, PCOS merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, gejala yang muncul dapat dikelola agar hidup menjadi lebih berkualitas. 

Penderita PCOS perlu memantau tekanan darah secara teratur. Di samping itu, mereka juga harus memastikan agar kadar gula darah dan kolesterol tidak terlalu tinggi dan memicu komplikasi.

Selain itu, penderita PCOS juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter maupun ginekolog. Hal ini bertujuan untuk memastikan diagnosis, dan menentukan pengobatan paling tepat.

Beberapa pengobatan yang dapat diberikan pada penderita PCOS, antara lain perubahan gaya hidup, diet seimbang, obat-obatan, dan operasi. 

Kini Anda sudah tahu sedikit banyak mengenai perbedaan PCOD dan PCOS, bukan? Jika Anda memiliki pertanyaan terkait PCOD, PCOS, atau kondisi medis lain, tak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Referensi:

Pace Hospital. Diakses 2021. PCOD and PCOS: Causes, Symptoms, Differences and Treatment

Apollo Cradle and Children’s Hospital. Diakses 2021. What is Difference between PCOD vs PCOS?

Kehamilan
Kesuburan
PCOS