HomeInfo SehatReproduksiHati-hati, Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan
Reproduksi

Hati-hati, Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan

dr. Sara Elise Wijono MRes., 27 Okt 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Waspadalah, kegemukan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit tapi juga berpengaruh pada kesuburan. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Hati-hati, Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan

Masalah kegemukan alias obesitas terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh akibat ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan yang dikeluarkan. Kondisi ini adalah salah satu faktor yang paling berperan meningkatkan risiko berbagai penyakit. 

Masalah kesehatan akibat obesitas, di antaranya penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan stroke, diabetes mellitus, osteoarthritis, hingga kanker usus. Selain meningkatkan risiko penyakit-penyakit tersebut, kegemukan bisa memengaruhi tingkat kesuburan pria dan wanita.

Lalu, bagaimana obesitas memengaruhi kesuburan? Yuk, cari tahu.

Pengaruh Obesitas pada Kesuburan Wanita

Wanita Lebih Rentan Obesitas

Kesuburan bisa terpengaruh jika berat badan kamu tidak ideal. Keduanya ternyata merupakan masalah yang saling berkaitan dan sangat kompleks. 

Wanita yang mengalami berat badan berlebih sering kali mengeluhkan menstruasi tidak teratur dan sulit hamil. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh, seperti resistensi insulin, hiperinsulinemia, penurunan hormon seks yang berikatan dengan globulin, serta peningkatan hormon androgen dan leptin.

Perubahan ini menyebabkan mudahnya terjadi disfungsi hipotalamus, terganggunya pematangan sel telur, hingga penurunan produksi hormon gonadotropin (hormon kesuburan) dan progesteron.

Artikel lainnya: Wanita Lebih Rentan Obesitas, Ini Alasannya!

Pengaruh Obesitas pada Kesuburan Pria

Sering Pusing dan Sakit Kepala? Mungkin Obesitas Pemicunya (Odua Images/Shutterstock)

Obesitas juga bisa memengaruhi kesuburan pria. Menurut penelitian di Central European Journal of Urology, setiap 9 kg kelebihan berat badan meningkatkan risiko infertilitas (ketidaksuburan) sebesar 10 persen.

Pengaruh kegemukan terhadap kesuburan pria berkaitan dengan meningkatnya suhu di daerah skrotum. Padahal, suhu skrotum yang ideal sangat diperlukan untuk pembentukan sel sperma yang optimal di dalam testis. 

Pengaruh obesitas pada kesuburan pria juga mengurangi kadar hormon testosteron dan resistensi insulin. Kondisi ini diduga bisa memengaruhi kualitas sperma, meski sampai saat ini belum ada bukti kuat untuk mengonfirmasi hal tersebut. 

Kendati demikian, ada banyak literatur yang menyebutkan bahwa efek terlalu gemuk untuk kesuburan pria dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Gangguan ereksi bisa terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah di penis. Kesulitan ereksi memperkecil kemungkinan untuk membuahi sel telur.

Artikel lainnya: Obesitas Bisa Menurunkan Kepadatan Tulang dan Massa Otot?

Untuk mengembalikan tingkat kesuburan pada penderita obesitas, diperlukan program penurunan berat badan yang dilakukan secara bertahap. Sejumlah hal bisa kamu lakukan untuk memperoleh berat badan ideal, di antaranya:

1. Mengatur Pola Makan

Kamu tetap bisa makan sebanyak tiga kali sehari dengan diselingi mengonsumsi dua kali makanan pendamping. Kamu juga bisa mulai menerapkan makan dengan piring T.

Piring model T menunjukkan jumlah sayur yang dikonsumsi dua kali lebih banyak dibandingkan sumber karbohidrat dan protein. Nah, jumlah protein dan karbohidrat haruslah setara, tidak boleh ada yang berlebihan.

Kamu juga perlu mengonsumsi buah setiap hari dalam jumlah cukup. Jangan lupa untuk memvariasikan jenis buah yang dikonsumsi, ya!

2. Aktif Berolahraga

Berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Meski begitu, pilihlah olahraga sesuai dengan kemampuan kamu. Jangan memaksakan diri apabila sedang sakit dan butuh istirahat.

Untuk menjaga kesehatan, kamu dapat memulainya dengan berjalan cepat selama 10 menit dan ditingkatkan secara bertahap. Aktivitas fisik lainnya yang bisa kamu lakukan, yaitu bersepeda, senam aerobik, maupun berenang.

Lakukan olahraga secara rutin sebanyak 3-4 kali dalam seminggu dengan durasi 30-60 menit dalam sekali latihan.

Artikel lainnya: Penderita Obesitas Berisiko Terkena Batu Ginjal

3. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup bisa membantu menjaga kestabilan berat badan kamu. Usahakan tidur 7-8 jam dalam sehari, hindari begadang dan bekerja terlalu lelah.

Istirahat juga dapat dilakukan dengan melakukan hal yang menyenangkan, seperti rekreasi dan menjalani hobi.

Obesitas bisa memengaruhi kesuburan pria dan wanita. Oleh sebab itu, #JagaSehatmu dengan memiliki berat badan ideal. Caranya dengan disiplin mengatur pola makan, aktif berolahraga, dan istirahat yang cukup. Yuk, mulai terapkan dari sekarang!

Apabila kamu punya pertanyaan lain seputar kesuburan, konsultasikan lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(ADT/JKT)

diabetes mellitus

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter