Reproduksi

Hal tentang PCOS yang Perlu Diketahui Wanita

dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, 10 Nov 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

PCOS atau Polycystic ovary syndrome adalah gangguan yang bisa terjadi pada wanita. Simak berbagai fakta PCOS yang perlu diketahui di sini.

Hal tentang PCOS yang Perlu Diketahui Wanita

 

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah gangguan keseimbangan hormon pada wanita. Wanita penderita sindrom PCOS akan memproduksi hormon pria (androgren) secara berlebihan.

Gangguan ini menyerang ovarium (indung telur) dan mengganggu proses pelepasan sel telur (ovulasi).

Jika terdapat gangguan ovulasi, sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. Pada akhirnya, tidak dapat terjadi kehamilan.

Supaya bisa lebih mengenal penyakit yang satu ini, simak beberapa fakta PCOS yang harus Anda ketahui berikut.

1. PCOS Adalah Kelainan Hormonal

Pada wanita dengan sindrom PCOS, hormon pria dihasilkan lebih tinggi dari biasa. Ketidakseimbangan hormon tersebut menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan lebih sulit hamil. 

Karena tingginya hormon pria, terdapat pertumbuhan rambut di berbagai bagian tubuh dan wajah, serta kebotakan.

Artikel Lainnya: Mitos Seputar Penyakit PCOS yang Tak Boleh Anda Percaya

1 dari 3

2. PCOS Merupakan Sindrom

Fakta PCOS berikutnya adalah kondisi ini merupakan sebuah sindrom, yakni kumpulan dari beberapa gejala yang memengaruhi ovarium dan ovulasi.

Tiga gejala utama PCOS adalah adanya kista-kista pada ovarium, tingginya hormon pria, dan menstruasi yang tidak teratur atau terlewat.

3. PCOS Menyebabkan Tingginya Hormon Pria

Polycystic berarti banyak kista (cyst) atau kantong kecil berisi cairan yang tumbuh di dalam ovarium. Kantong-kantong ini sebenarnya adalah folikel yang masing-masing berisi sel telur yang belum matang.

Sel telur ini tidak pernah cukup matang untuk dilepaskan (ovulasi). Karena kurangnya ovulasi, kadar hormon wanita menjadi rendah dari biasanya. Alhasil, siklus menstruasi lebih sedikit dari biasanya dan tidak teratur.

4. Penyebab PCOS Masih Dipelajari

Penyebab PCOS secara pasti masih dipelajari. Beberapa teori menyimpulkan bahwa genetik, resistensi insulin, dan peradangan berhubungan dengan produksi hormon pria (androgen) yang berlebihan. 

Penelitian menemukan, beberapa gen berkontribusi terhadap kondisi ini. Selain itu, resistensi insulin ternyata diderita hingga 70 persen dari wanita dengan PCOS. Yang berarti, mereka tidak dapat menggunakan hormon ini dengan benar.

Insulin adalah hormon yang diproduksi organ pankreas untuk membantu tubuh menggunakan gula yang diperoleh dari makanan untuk sumber energi.

Ketika sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar, tubuh akan “meminta” produksi insulin ditingkatkan. 

Meningkatnya insulin ini akan membuat ovarium memproduksi lebih banyak hormon pria. Obesitas adalah penyebab utama dari resistensi insulin.

Wanita dengan PCOS sering memiliki tingkat peradangan yang tinggi pada tubuh. Berat badan berlebih dapat berkontribusi pada peradangan yang akhirnya berhubungan dengan meningkatnya kadar hormon pria.

Artikel Lainnya: Benarkah Ekstrak Kayu Manis Bisa Atasi PCOS?

2 dari 3

5. PCOS Memiliki Banyak Gejala

Sindrom PCOS memiliki banyak gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Berikut beberapa di antaranya.

  • Menstruasi yang tidak teratur karena kurangnya ovulasi. Bahkan, beberapa wanita dengan PCOS mengalami kurang dari delapan haid dalam setahun.
  • Lapisan rahim yang menumpuk untuk jangka waktu lama karena jarangnya menstruasi dapat menyebabkan pendarahan yang lebih berat saat terjadi menstruasi berikutnya.
  • Hirsutisme atau pertumbuhan rambut sering terjadi pada lebih dari 70 persen wanita dengan PCOS, termasuk di daerah wajah, punggung, perut, dan dada.
  • Karena tingginya hormon pria yang dapat membuat kulit menjadi lebih berminyak, jerawat akan lebih mudah timbul.
  • Penambahan berat badan terjadi pada wanita dengan PCOS hingga 80 persen.
  • Kebotakan rambut di kulit kepala menjadi lebih sering terjadi.
  • Bercak gelap pada lipatan kulit dapat terbentuk di daerah leher, selangkangan, dan bawah payudara.
  • Perubahan hormon dapat memicu sakit kepala pada beberapa wanita.

6. PCOS Dapat Meningkatkan Risiko Berbagai Kondisi Kesehatan

PCOS dapat menyebabkan gangguan kesuburan karena berkurangnya frekuensi ovulasi. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita.

PCOS dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. 

PCOS juga dapat meningkatkan risiko gangguan tidur sleep apnea, kanker endometrial, hingga depresi.

Artikel Lainnya: Panduan Program Hamil untuk Wanita dengan Gangguan PCOS

3 dari 3

7. Perubahan Gaya Hidup Dapat Membantu PCOS

Penanganan PCOS biasanya dimulai dengan perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan, diet, dan olahraga.

Menurunkan 5-10 persen berat tubuh dapat membantu keteraturan siklus menstruasi dan gejala PCOS, menurunkan kadar kolesterol dan insulin, serta menekan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Anda dapat mencoba berdiet dengan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat yang efektif menurunkan berat dan kadar insulin.

Olahraga setidaknya tiga kali seminggu dengan intensitas moderat selama minimal 30 menit dapat membantu para wanita dengan sindrom PCOS. Olahraga dapat memperbaiki ovulasi dan kadar insulin.

Itulah fakta PCOS yang perlu diketahui. Bila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dibarengi gejala-gejala di atas, segera periksakan kepada dokter. 

Terapi yang tepat dapat membantu kondisi Anda. Dapatkan informasi lainnya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

PCOS